Agama yang merayakan hari besar pada tanggal 25 desember adalah

Ilustrasi perayaan Hari Natal. (Foto: Pixabay)

Arief Wahyu Pradana Kamis, 23 Desember 2021 - 15:19:00 WIT

JAKARTA, iNews.id – Sejarah Hari Natal sebenarnya yang belum diketahui banyak orang. Terdapat fakta penting di balik penentuan tanggal 25 Desember sebaga Hari Natal.

Natal merupakan hari raya umat Kristiani yang diperingati sebagai kelahiran Yesus Kristus. Setiap tahunnya, Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember.

Terdapat dua kebaktian yang dilangsungkan dalam perayaan Natal, terdiri dari kebaktian malam pada 24 Desember dan kebaktian pagi pada 25 Desember.

Menilik dalam sejarah, Natal baru dirayakan pada sekitar tahun 200 Masehi di Aleksandria atau Mesir. Seorang sejarawan Kristen Romawi, Sextus Juluis Africanus memulai perayaan Natal pada 25 Desember di tahun 221 Masehi.

BACA JUGA:
5 Ide Kado Natal Terbaik untuk Pencinta Gadget

Sebelumnya, seringkali perdebatan mengenai tanggal-tanggal pelaksanaan Hari Raya Natal. Misalnya Armenia yang merayakan setiap 6 Januari dan Ortodoks Timur yang memperingati pada tanggal 7 Januari.

Namun, agama Kristen pada umumnya sepakat menetapkan 25 Desember sebagai Hari Natal di seluruh dunia. Hal ini merujuk pada kalender Gregorian yang banyak dipakai dunia barat. 

Selain itu, penetapan hari raya liturgi lainnya juga disepakati bersama. Contohnya Hari Raya Paskah dan Jumat Agung yang tidak mementingkan tanggalnya, melainkan esensi dari peringatan tersebut dilaksanakan.

Dengan begitu, setiap tanggal 25 Desember dikenal sebagai Hari Natal. Umat Kristiani selalu menggelar ibadah untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus.

Macam-macam tradisi yang ada juga lahir beriringan. Mulai dari pohon Natal, kartu ucapan Natal, hadiah Natal, serta sosok Sinterklas atau Santa Claus.

Kegiatan kultur yang melekat pada Natal pasti menjadi ikonik. Apalagi ditambah dengan warna-warna khas Natal akan mewarnai perayaannya, seperti merah, hijau dan emas.

Tentunya hal tersebut sangat dinantikan, terlebih bagi anak-anak. Mereka dapat merayakan dengan balutan kasih dan kedamaian-Nya di Hari Natal.


Editor : Donald Karouw

TAG : hari natal sejarah yesus kristus kelahiran

Ilustrasi Misa Kristus yang dilakukan pada hari Natal tanggal 25 Desember 2021 di Gereja. /PIXABAY/12019

BERITA DIY – Hari Natal diperingati oleh umat kristiani pada tanggal 25 Desember 2021 dengan beragam perayaan. Pada hari Natal, umat kristiani juga akan melakukan ibadah yang dikenal dengan Misa Kristus.

Sama halnya dengan umat Muslim yang memperingati hari Maulid Nabi, umat Kristiani juga merayakan peringatan hari Natal untuk memperingati hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember 2021.

Bagi kamu yang belum tahu tentang sejarah hari Natal tanggal 25 Desember 2021, artikel ini akan membahas menganai sejarah hari Natal yang dirayakan umat Kristiani pada tanggal 25 Desember 2021.

Baca Juga: 20 Link Twibbon Hari Natal 25 Desember 2021, Cocok untuk Status dan Profil WA, Instagram dan Facebook

Gereja Katolik dan seluruh umat kristiani merayakan Hari Raya Natal atau Hari Raya Kelahiran Tuhan Yesus Kristus ini setiap tanggal 25 Desember dengan beragam tradisi yang berkembang di seluruh dunia.

>

Kata Natal berasal dari bahasa Latin Dies Natalis yang berarti Hari Lahir. Sementara dalam bahasa Inggris disebut Christmas yang berasal dari bahasa Inggris Kuno Cristes Maesse atau Cristes Messe yang berarti Misa Kristus.

Sejarah penetapan hari Natal pada tanggal 25 Desember sebenarnya terus menjadi polemik. Meskipun demikian beberapa sumber dan bukti menyataka bahwa tanggal 25 Desember memang merupakan Hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus atau hari Natal.

Pesta Natal pertama kali disebut dengan Depositio Martyrum yang baru ditulis sekitar tahun 336, sehingga Natal baru dimulai sekita pertengah abad ke-4. Beberapa ahli pun memperkirakan kelahiran Yesus Kristis sendiri sekitar 8-6 sebelum masehi.

Baca Juga: Rekomendasi 10 Film Natal di Netflix , Komedi hingga Romance: Lengkap dengan Link Nonton serta Sinopsisnya

Kenapa hari raya natal jatuh 25 Desember? Berikut sejarah dan tradisi perayaan. /PIXABAY/neelam

BERITA DIY – Kenapa Hari Natal jatuh dan diperingati setiap tanggal 25 Desember? Simak penjelasan sejarah singkat penetapan tanggal 25 Desember sebagai Hari Natal dan tradisi perayaan Hari Natal yang sering dilakukan.

Gereja Katolik dan seluruh umat kristianii merayakan Hari Raya Kelahiran Tuhan Yesus Kristus atau sering dikenal dengan Hari Natal setiap tanggal 25 Desember.

Kata Natal sendiri berasal dari bahasa Latin Dies Natalis yang berarti Hari Lahir. Sementara dalam bahasa Inggris disebut Christmas yang berasal dari bahasa Inggris Kuno Cristes Maesse atau Cristes Messe yang berarti Misa Kristus.

Baca Juga: Jenis-jenis Perayaan yang Biasanya Dilakukan Umat Kristiani Saat Natal: Misa Vigili Natal dan Misa Natal

Sejarah penetapan hari Natal pada tanggal 25 Desember sebenarnya terus menjadi polemik. Meskipun demikian beberapa sumber dan bukti menyataka bahwa tanggal 25 Desember memang merupakan Hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus atau hari Natal.

>

Pesta Natal pertama kali disebut dengan Depositio Martyrum yang baru ditulis sekitar tahun 336, sehingga Natal baru dimulai sekita pertengah abad ke-4. Beberapa ahli pun memperkirakan kelahiran Yesus Kristis sendiri sekitar 8-6 sebelum masehi.

Baca Juga: Doa Keluarga di Depan Palungan Yesus, Doa Katolik yang Biasanya Dipanjatkan Saat Natal

St. Yohanes Krisostomus meyakini Natal jatuh tanggal 25 Desember berdasarkan dari Kelahiran Yohanes Pembaptis. Selain itu jika dilihat dari tanggal winter solstice atau tanggal 25 Deember dalam kalender Julian dan  menghubungkannya dengan perayaan dewa matahari.

Dalam Kitab Suci sendiri tidak menyebutkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus. Pada injil Perjanjian Baru hanya menjelaskan peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem dan kedatangan tiga orang Majus.

Untuk kegunaan lain, lihat Natal (disambiguasi).

Artikel ini merupakan hari raya Kristen yang didasarkan atas peristiwa Kelahiran Yesus

Natal (serapan dari bahasa Portugis: Natal, berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).

Natal

Kisah Natal menyebutkan kelahiran Yesus di sebuah kandang di Betlehem.

Dirayakan olehMayoritas umat KristenJenisKristenMaknaMerayakan kelahiran Yesus (Isa Almasih)Perayaankebaktian gereja, berkumpul dengan keluarga, memberi hadiahTanggal25 Desember (seluruh dunia)
6 Januari (Armenia)
7 Januari (Ortodoks Timur)Terkait denganAdven; Kelahiran Yesus, Epifani

Portal Kristen

Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman, dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.

Kata "natal" diserap dari bahasa Portugis, yaitu natal, yang diturunkan dari ungkapan bahasa Latin Dies Natalis (Hari Lahir), merupakan bentukan kata kerja nāscor (nāsceris, nāscī, nātus sum).[1][a] Kata tersebut juga dipakai dalam bahasa-bahasa Roman lainnya, seperti natale (Italia), dan nadal (Katala). Kata nadal dalam bahasa Spanyol mulai usang dan secara bertahap kata navidad mulai sering dipakai untuk merujuk hari natal.[4]

Dalam Alkitab bahasa Indonesia sendiri tidak dijumpai kata "Natal", yang ada hanya kelahiran Yesus.

Artikel utama: Kelahiran Yesus

Tahun Liturgi Gereja Ritus Barat
  • Adven
  • Natal
  • Epifani
  • Masa Biasa
  • Masa Pra-Paskah
    • Rabu Abu
  • Pekan Suci
    • Jumat Dukacita
    • Minggu Palma
    • Senin Suci
    • Selasa Suci
    • Rabu Suci
    • Kamis Putih
    • Jumat Agung
    • Sabtu Suci
    • Minggu Paskah
    • Senin Paskah
  • Kenaikan
  • Pentakosta
Gereja Ritus Timur
  • Eksaltasi Salib
  • Puasa Natal
  • Natal
  • Teofani
  • Prapuasa Agung
  • Puasa Agung
    • Senin Bersih
    • Minggu Ortodoksi
  • Pekan Suci
    • Minggu Palma
    • Senin Suci
    • Selasa Suci
    • Rabu Suci
    • Kamis Putih
    • Jumat Agung
    • Sabtu Suci
  • Paskah
  • Pentakosta
  • Transfigurasi
  • Tertidurnya Theotokos

Kotak ini:

  • lihat
  • bicara
  • sunting

 

Orang majus mengunjungi Yesus, diperingati pada Malam Kedua Belas setelah kelahirannya pada hari Natal. (Epifani)

Cerita kelahiran Yesus dalam Injil Perjanjian Baru ditulis dalam kitab Matius (Matius 1:18-2:23) dan Lukas (Lukas 2:1-21).

Menurut Lukas, Maria mengetahui dari seorang malaikat bahwa dia telah mengandung dari Roh Kudus tanpa persetubuhan. Setelah itu dia dan suaminya Yusuf meninggalkan rumah mereka di Nazaret untuk berjalan ke kota Betlehem untuk mendaftar dalam sensus yang diperintahkan oleh Agustus, Kaisar Romawi pada saat itu. Karena mereka tidak mendapat tempat untuk menginap di kota itu, bayi Yesus dibaringkan di sebuah palungan (malaf).[5][6] Kelahiran Kristus di Betlehem Efrata, Yudea, di kampung halaman Daud, nenek moyang Yusuf, memenuhi nubuat nabi Mikha (Mikha 5:1-2). (Di Israel purba mereka mengenal ada dua kota Betlehem, kota Betlehem satunya lagi berada di tanah Zebulon.)

Matius mencatat silsilah dan kelahiran Yesus dari seorang perawan, dan kemudian beralih ke kedatangan orang-orang majus dari Timur—yang diduga adalah Arabia atau Persia—untuk melihat Yesus yang baru dilahirkan. Orang-orang bijak tersebut mula-mula tiba di Yerusalem dan melaporkan kepada raja Yudea, Herodes Agung, bahwa mereka telah melihat sebuah bintang—yang sekarang disebut Bintang Betlehem—menyambut kelahiran seorang raja. Penelitian lebih lanjut memandu mereka ke Betlehem Yudea dan rumah Maria dan Yusuf. Mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada bayi Yesus. Ketika bermalam, orang-orang majus itu mendapatkan mimpi yang berisi peringatan bahwa Raja Herodes merencanakan pembunuhan terhadap anak tersebut. Karena itu mereka memutuskan untuk langsung pulang tanpa memberitahu Herodes suksesnya misi mereka. Matius kemudian melaporkan bahwa keluarga Yesus kabur ke Mesir untuk menghindari tindakan Raja Herodes yang memutuskan untuk membunuh semua anak di bawah dua tahun di Betlehem untuk menghilangkan saingan terhadap kekuasaannya. Setelah kematian Herodes, Yesus dan keluarga kembali dari Mesir, tetapi untuk menghindar dari raja Yudea baru (anak Herodes Agung, yakni Herodes Arkhelaus) mereka pergi ke Galilea dan tinggal di Nazaret.

Sisi lain dari cerita kelahiran Yesus yang disampaikan oleh kitab Injil Lukas adalah penyampaian berita itu oleh para malaikat kepada para gembala. Dalam Injil Matius dicatat bahwa ada orang-orang Majus dari Timur datang ke Yudea karena melihat sebuah bintang yang besar bersinar di atas wilayah Yerusalem. Mereka mengikuti bintang itu hingga ke kota Betlehem, tempat kelahiran Yesus. Beberapa astronom dan sejarawan telah berusaha menjelaskan gabungan sejumlah peristiwa angkasa yang dapat ditelusuri yang mungkin dapat menerangkan penampakan bintang raksasa yang tidak pernah dilihat sebelumnya itu, pendapat yang paling kuat adalah dari Johannes Kepler, yang menerangkan bahwa Bintang Natal atau Bintang Betlehem itu secara astronomik adalah konjungsi planet Jupiter dan Saturnus pada konstalasi Pisces. Dan konjungsi ini memang benar terjadi pada bulan Desember tahun 7 SM. Mula-mula orang-orang Majus itu bertanya-tanya kepada penduduk Yerusalem, kemudian mereka dibawa menghadap raja Herodes. Raja Herodes bertanya kepada ahli kitab, di mana Mesias akan dilahirkan. Berdasarkan Alkitab, Mesias akan dilahirkan di Betlehem dan informasi ini dipakai untuk membantu para orang majus mengetahui letak di mana Yesus dilahirkan. Herodes minta akan setelah bertemu bayi itu agar mereka kemudian dapat melaporkan kepada Herodes. Tetapi karena mengetahui niat Herodes yang jahat, para orang majus tidak kembali melaporkan kepada Herodes.

Peringatan hari kelahiran Yesus tidak pernah mendapat perhatian khusus dari Kristus untuk dilakukan, seperti peringatan Perjamuan Kudus, tetapi bukan berarti Yesus menolak peringatan sebuah hari raya yang bukan bagian dari perintah Tuhan. Yesus bahkan menghadiri sebuah perayaan Hari Raya Penahbisan Bait Suci atau Hanukkah, sebuah hari raya yang muncul pada zaman intertestamental. Cerita dari Perjanjian Baru tidak pernah menyebutkan adanya perayaan hari kelahiran Yesus dilakukan oleh gereja awal, tentu saja hal itu bisa dipahami karena gereja masih sangat belia, yang lebih diutamakan adalah misi penyebaran Injil. Klemens dari Aleksandria mengejek orang-orang yang berusaha menghitung dan menentukan hari kelahiran Yesus. Pada abad-abad pertama, hidup kerohanian anggota-anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahun umumnya – terutama oleh Origenes – dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir: orang orang seperti Firaun dan Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian: orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya.

Namun, di sebelah Timur orang telah sejak dahulu memikirkan mukjizat pemunculan Allah dalam rupa manusia. Menurut tulisan-tulisan lama suatu sekte Kristen di Mesir telah merayakan "pesta Epifania" (pesta Pemunculan Tuhan) pada tanggal 4 Januari. Namun, yang dimaksudkan oleh sekte ini dengan pesta Epifania ialah munculnya Yesus sebagai Anak Allah, yaitu pada saat Ia dibaptis di sungai Yordan. Gereja sebagai keseluruhan bukan saja menganggap baptisan Yesus sebagai Epifania, tetapi terutama kelahiran-Nya di dunia. Sesuai dengan anggapan ini, Gereja Timur merayakan pesta Epifania pada tanggal 6 Januari sebagai pesta kelahiran dan pesta baptisan Yesus.

Perayaan kedua pesta ini berlangsung pada tanggal 5 Januari malam (menjelang tanggal 6 Januari) dengan suatu tata ibadah yang indah, yang terdiri dari Pembacaan Alkitab dan puji pujian. Ephraim dari Syria menganggap Epifania sebagai pesta yang paling indah. Ia katakan: “Malam perayaan Epifania ialah malam yang membawa damai sejahtera dalam dunia. Siapakah yang mau tidur pada malam, ketika seluruh dunia sedang berjaga jaga?” Pada malam perayaan Epifania, semua gedung gereja dihiasi dengan karangan bunga. Pesta ini khususnya dirayakan dengan gembira di gua Betlehem, tempat Yesus dilahirkan.

Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari; ada pula pada bulan Desember. Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Ada berbagai perayaan keagamaan dalam masyarakat non-Kristen pada bulan Desember.

 

Yusuf, Maria, dan bayi Yesus

Ada pendapat yang berkata bahwa tanggal 25 Desember bukanlah tanggal hari kelahiran Yesus. Pendapat ini diperkuat berdasarkan kenyataan bahwa pada malam tersebut para gembala masih menjaga dombanya di padang rumput. (Lukas 2:8). Pada bulan Desember tidak mungkin para gembala masih bisa menjaga domba-dombanya di padang rumput sebab musim dingin pada saat tersebut telah tiba jadi sudah tidak ada rumput yang tumbuh lagi. Para pendukung tanggal kelahiran bulan Desember berpendapat meski musim dingin, domba-domba tetap tinggal di kandangnya di padang rumput dan tetap dijaga oleh gembala, dan meski tidak ada rumput, padang rumput tetaplah disebut padang rumput. Kenyataan bahwa kota Betlehem tidak selalu bersalju, jikalau pun turun salju, apa yang dimaksud Padang Rumput adalah tempat penjagaan domba semacam menara yang disebut "Migdal Eder". Menara itu dibuat untuk menyediakan domba sepanjang tahun karena hampir setiap bulan, umat Yahudi memiliki perayaan yang membutuhkan domba termasuk di Bulan Desember.

Ada juga pendapat yang berkata bahwa perayaan Natal bersumber dari tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian Saturnus jatuh pada suatu pekan pada bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yang jatuh pada tanggal 25 Desember dalam kalender Julian. Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, atas dorongan dari kaisar Kristen pertama Romawi, Konstantin I, Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama. Namun pandangan ini disanggah oleh Gereja Ritus Timur, karena Gereja Ritus Timur sudah merayakan kelahiran Yesus sejak abad ke-2, sebelum Gereja di Roma menyatakan perayaan Natal pada tanggal 25 Desember.

Oleh karena itu, ada beberapa aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal karena dianggap berasal dari tradisi kafir Romawi, yaitu aliran Gereja Yesus Sejati, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, kaum Yahudi Mesianik. Saksi-Saksi Yehuwa juga tidak merayakan Natal.

Namun pendapat-pendapat mengenai keterkaitan perayaan Natal dengan tradisi pagan tersebut sudah usang dan banyak ditinggalkan. Penanggalan Natal 25 Desember yang dianggap sebagai ritus pagan sebenarnya baru dimasalahkan abad 18 oleh Paul Ernst Jablonsky. Menurut teolog dari Jerman ini, Perayaan Natal tanggal 25 Desember berasal dari ritus pagan “Natalis Sol Invicti” (Lahirnya Dewa Matahari yang tak terkalahkan). Anehnya, teori spekulatif ini tidak merujuk dokumen-dokemen kuno ini, malah diikuti oleh rahib Benedictan. Dan sejak beberapa encyclopedia mengutipnya tak “check and recheck”, teori asumsi ini menyebar ke seluruh dunia.

Faktanya Paus Telesporus di Roma sudah merayakan misa malam Natal 24 Desember sejak tahun 125. Lalu Uskup Theofilus di Kaesarea merayakan Natal 25 Desember 160. Meskipun tanggal kelahiran Yesus ini baru dikanonkan tahun 189, tak lama sesudah Demetrius I menjadi Patriarkh Gereja Alexandria l, namun ini sangat jauh sebelum munculnya kultus perayaan dewa Matahari di Roma tahun 274. Jadi perayaan Natal sebagai tanggal kelahiran Yesus sudah ada lebih dahulu sebelum perayaan dewa Matahari.

Bahkan dalam catatan bapa-bapa gereja masa terawal dan penulis kuno lain, seperti Ireneus, Hypolitus dan Yulius Africanus juga sudah menuliskan ANNUNCIATIO CHRISTI (Kabar Gembira Malaikat Jibril kepada Bunda Maria akan lahirnya Kristus) terjadi pada tanggal 25 Maret (kalender Ibrani 15 Nisan). Karena itu, sembilan bulan setelah Maret akan jatuh 25 Desember.

Ada sejumlah naskah kuno yang mencatat bahwa Yesus ditempatkan di rahim Maria tanggal 25 Desember.[7] Penafsiran Kitab Hagai mengindikasikan tanggal itu merupakan tanggal datangnya Yesus ke dalam rahim Maria, yaitu Hagai 2:19-20:

Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya--mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!

Tanggal 24 bulan ke-9 (Kislew) dalam kalender Yahudi jatuh sekitar tanggal 25 Desember dalam kalender Gregorian.


Meskipun kapan Hari Natal jatuh masih menjadi perdebatan, agama Kristen pada umumnya sepakat untuk menetapkan Hari Natal jatuh setiap tanggal 25 Desember dalam Kalender Gregorian ini didasari atas kesadaran bahwa penetapan hari raya liturgis lain seperti Paskah dan Jumat Agung tidak didapat dengan pendekatan tanggal pasti namun hanya berupa penyelenggaraan kembali acara-acara tersebut dalam satu tahun liturgi, yang bukan mementingkan ketepatan tanggalnya namun esensi atau inti dari setiap peringatan tersebut untuk dapat diwujudkan dari hari ke hari.

Tahun

Tahun kalender Masehi diciptakan pada abad ke-6 oleh seorang biarawan yang bernama Dionysius Exiguus. Tahun Masehi yang kita gunakan sekarang ini disebut juga anno Domini (Tahun Tuhan).

Bagaimana ia bisa mengetahui bahwa Tuhan Yesus dilahirkan pada tahun 1 SM? Ia mengambil data dari catatan sejarah yang menyatakan bahwa pada tahun 754 kalender Romawi itu adalah tahun ke 15 dari pemerintahan Kaisar Tiberius seperti yang tercantum di Lukas 3:1-2. Data inilah yang dijadikan patokan olehnya untuk mengawali tahun 1 SM.

Di samping itu ia juga mengambil data dari Lukas 2:1-2 yang menyatakan bahwa Kirenius (Gubenur dari Siria) pertama kali menjalankan program sensus.

Walaupun demikian masih juga orang yang meragukannya, sebab menurut sejarahwan Yahudi yang bernama Flavius Yosefus, raja Herodes meninggal dunia pada tahun 4 SM sehingga konsekuensinya tanggal lahir Yesus harus dimundurkan sebanyak empat tahun. Tapi teori ini pun tidak benar, sebab ia menganalisis tahun tersebut berdasaran adanya gerhana bulan pada tahun saat Herodes meninggal dunia yang terjadi di Yerusalem pada tanggal 13 Maret tahun 4 SM.

Gembala di musim dingin

Ada pendapat bahwa mustahil Yesus dilahirkan pada bulan Desember karena itu merupakan jatuh pada musim dingin dan para gembala tidak akan menggembalakan domba-dombanya diluar, sebab Lukas 2:1 mencatat bahwa di daerah itu ada gembala-gembala yang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Namun faktanya, suhu rata-rata Bethlehem pada musim dingin antara 13,5 sampai 5,5 derajat Celsius, sedangkan salju biasanya turun di bawah nol derajat, karena hawa kota kelahiran Yesus itu dan sekitarnya cukup hangat untuk domba-domba tetap digembalakan. Lagi pula, domba-domba yang dimaksud dalam Luk. 2:1 bukanlah domba-domba biasa, tetapi sejajar dengan informasi Mishnah, Shekalim 7:4 בְּהֵמָה שֶׁנִּמְצְאוּ מִירוּשָׁלַיִם וְעַד מִגְדַּל עֵדֶר “behemah shenimetseu mirusalaim we 'ad Migdal Eder” (binatang-binatang yang ditemukan di sebuah tempat dari Yerusalem sampai Migdal Eder).6) Inilah domba-domba kurban di Bait Suci, yang dijaga oleh gembala-gembala khusus di tempat tertutup yang dikelilingi benteng, sehingga domba-domba itu bisa merumput, pada saat musim panas maupun musim hujan” (Talmud, Bezah 40a, dan Tsepta Bezah 4:6). sejarawan kuno Eusebius dari Caesaria (265-340), ketika mengunjugi Betlehem pada zamannya, mencatat: “Migdal Eder yang terletak seribu kaki dari Yerusalem adalah tempat para gembala menerima kabar kelahiran Kristus”. Dan ini bukan “tafsiran subyektif Kristen”, para rabbi Yahudi pun mengakuinya. Targum Yonathan menerjemahkan frasa וְאַתָּ֣ה מִגְדַּל־עֵ֗דֶר “We attah Migdal ‘Eder” (Hai engkau Menara Kawanan Domba) dalam Mikha 4:8 ואַת מְשִׁיחָא דְיִשׁרָאֵל “W’at Meshîhâ deYishra’el” (Hai Mesias Israel). Targum Pseudo-Yonathan menyebut Miqdal ‘Eder dalam Kej. 35:21, tempat Yakub memasang kemahnya, sebagai tempat Raja Mesiah akan menyatakan diri-Nya pada hari-hari akhir.7)

Banyak tradisi perayaan Natal di barat yang merupakan pengembangan kemudian dengan menyerap unsur berbagai kebudayaan.

Pohon Natal

Pohon natal di gereja atau di rumah-rumah mungkin berhubungan dengan tradisi Mesir, atau Ibrani kuno. Ada pula yang menghubungkannya dengan pohon khusus di taman Eden (lihat Kejadian 2:9). Tetapi dalam kehidupan pra-Kristen Eropa memang ada tradisi menghias pohon dan menempatkannya dalam rumah pada perayaan tertentu. Tradisi “Pohon Terang” modern berkembang dari Jerman pada abad ke-18.[8]

Kartu Natal

Terdapat pula tradisi mengirim Kartu Natal, yang dimulai pada tahun 1843 oleh John Calcott Horsley dari Inggris. Biasanya dengan gambar yang berhubungan dengan kisah kelahiran Yesus Kristus dan disertai tulisan: Selamat Hari Natal dan Tahun Baru. Dewasa ini orang memakai teknologi informasi (email) berkirim kartu Natal elektronik.

Sinterklas

Juga dalam rangka perayaan Natal dikenal di Indonesia tradisi Sinterklaas, yang berasal dari Belanda. Tradisi yang dirayakan pada tanggal 6 Desember ini, sekarang dikenal dengan Santa Claus (atau Sint Nikolas), seorang tokoh legenda, yang mengunjungi rumah anak-anak pada malam dengan kereta salju terbang ditarik beberapa ekor rusa kutub membagi-bagi hadiah. Santo Nikolas yang sebenarnya berasal dari kota Myra dan diyakini hidup pada abad ke-4 Masehi. Dia terkenal karena kebaikannya memberi hadiah kepada orang miskin. Di Eropa (lebih tepatnya di Belanda, Belgia, Austria dan Jerman) dia digambarkan sebagai seorang uskup yang berjanggut dengan jubah keuskupan resmi, tetapi kemudian gambaran ini menjalar ke seluruh dunia dengan penambahan sejumlah atribut, seperti topi dan sebagainya. Ada pengamat agama yang menyatakan Sinterklas justru merupakan simbol-simbol sekuler dalam Kristen yang memang tidak ada Referensinya Alkitab, dan dikomersialkan sedemikian rupa sehingga simbol Sinterklas diusahakan lebih populer daripada hal-hal yang berkaitan langsung dengan Natal yang sesunggunya, misalnya gambar bayi Yesus, dalam setiap perayaan Natal.[9][10]

Dalam dunia modern, perayaan Natal secara sekuler lebih menekankan aspek saling memberi hadiah Natal, sehingga ada yang beranggapan Santa Nikolas makin lebih penting daripada Yesus Kristus. Tradisi Sinterklaas Belanda menjadi bagian dari acara keluarga (untuk mendisiplin anak-anak) dengan mengunjungi rumah-rumah disertai pembantu berkulit hitam (Zwarte Pit) yang memikul karung berisi hadiah untuk anak yang baik; tetapi karung itu juga tempat anak-anak nakal dimasukkan untuk dibawa pergi. Di Amerika Serikat tokoh ini disebut "Santa Claus" dan digambarkan pertama kali oleh suatu iklan minuman Amerika sejak tahun 1931 sebagai seorang tua gendut, bercambang putih dan berpakain merah dengan sepatu bot, ikat pinggang hitam, dan topi runcing lembut. Yang sering kita lihat juga Natal dimeriahkan dengan banyak cahaya lampu berkelap-kelip. Selain untuk menambah semarak perayaan, ini juga memiliki pemahaman cahaya yang ada, maksudnya adalah Kristus akan mengusir kuasa kegelapan.[11]

Kelompok Puritan

Wajah sekuler Natal ini pernah mendapat tentangan dari orang Kristen Puritan di Inggris pada 1647. Demi menghapus elemen-elemen yang tidak alkitabiah, Inggris yang ketika itu dikuasai oleh Parlemen Puritan bahkan pernah melarang perayaan Natal.[9]

Mereka menganggap perayaan Natal hanyalah festival kepausan (popish) yang tidak punya pembenarannya dalam Alkitab. Akhirnya, kaum Puritan di Inggris menggantinya dengan satu hari puasa. Akibat larangan perayaan Natal ini, kerusuhan meledak di sejumlah kota di Inggris. Bahkan, Canterbury dikuasai oleh massa pemrotes selama berminggu-minggu. Kerusuhan akhirnya reda dengan pencabutan larangan lewat Restorasi Raja Charles II pada 1660, kendati sejumlah pendeta tetap tidak menyetujuinya.[9]

Ritus timur

Berbeda dengan tradisi perayaan Natal di barat, perayaan Natal ritus timur banyak mengandung aspek rohani seperti puasa, bermazmur, membaca Alkitab, dan puji-pujian. Di Gereja-gereja Arab, boleh dibilang tidak ada perayaan Natal tanpa didahului puasa. Gereja Ortodoks Syria melakukan persiapan Natal dengan berpuasa selama 10 hari. Sementara di Gereja Ortodoks Koptik puasanya lebih lama lagi, yaitu sejak minggu terakhir November. Jadi, sekitar 40 hari. Waktu iftar (buka puasa) pada tanggal 7 Januari pagi. Puasa pra-Natal ini disebut dengan puasa kecil (Shaum el-Shagir). Meskipun agak berbeda dalam tradisi, secara prinsip cara ini tidak jauh berbeda dengan cara berpuasa Gereja-gereja Orthodoks lain.

 

Lilin

Dalam masa Natal, Lilin menggambarkan atau memberikan gambaran tentang Kristus.[12] Kristus dilambangkan sebagai terang bagi dunia yang gelap.[12] Di dalam Alkitabpun tertulis tentang terang, di dalam Perjanjian Lama,Yesaya 9:1-6, “terang yang besar”, sedangkan di dalam Perjanjian Baru, Yohanes 1:1-18,” terang manusia”.[12]

Bukan hanya di dalam peribadahan saja, di rumah-rumah dan di toko-toko kerap di hias dengan lampu-lampu yang kelap-kelip, hal ini muncul sejak zaman patristik sebagai gambaran akan terang yang mengalahkan kegelapan.[12] Penggunaan lilin dan lampu-lampu kelap-kelip merupakan pengaruh dari pesta cahaya Yahudi atau Hanukah.[12] Hari raya Hanukkah dirayakan sekitar masa Adven dan Natal, dan terkadang sering diplesetkan dengan istilah Natal Yahudi.[12]

Natal biasanya merupakan stimulus ekonomi tahunan terbesar di berbagai negara di dunia. Penjualan barang-barang meningkat tajam di berbagai area retail, dan pada musim Natal orang-orang membeli berbagai hadiah, dekorasi, dan persediaan Natal. Industri yang bergantung pada penjualan di musim Natal antara lain kartu Natal, pohon Natal, dan lain-lain.

Selain kegiatan ekonomi terbesar, Hari Natal di berbagai negara Barat merupakan hari paling sepi bagi dunia bisnis; hampir semua toko retail, institusi bisnis dan komersial tutup, dan hampir semua industri berhenti beroperasi. Studio-studio film merilis berbagai film berbiaya tinggi pada musim Natal untuk menghibur orang-orang, yang sedang berlibur.

Selama puasa, jemaat gereja-gereja Koptik, seperti Gereja Koptik Sayidah el-Adzra’ (Santa Maria), di Madinat al-Tahrir, Imbaba, Kairo mempunyai kebiasaan hanya makan sekali sehari dengan menu makanan semacam tempe (dari kacang-kacangan), namanya tamiya atau falafel yang dimakan dengan sepotong roti dan air putih. Karena itu, uang belanja yang biasanya mereka belikan daging dan menu lumayan mewah lainnya dikumpulkan dan diserahkan langsung kepada orang orang miskin yang dikoordinasi oleh Gereja.[butuh rujukan]

  • Kronologi kehidupan Yesus
  • Kelahiran Yesus
  • Malam Kudus
  • Bintang Natal
  • Bagian Alkitab yang memuat kisah Natal: Matius 1 dan Lukas 2

  1. ^ Kata nāscor diturunkan dari bahasa Proto-Italik, yaitu *gnāskōr,[2] diturunkan dari bahasa Proto-Indo-Eropa, yaitu *ǵenh₁, sebuah bentuk kata kerja inkoatif dari akar kata *gen-/*gnē (berarti "menghasilkan", yang juga dipakai dalam bahasa Latin (sebagai genĕre dan gignĕre) dan Yunani Kuno (sebagai γίγνομαι, ghìgnomai).[3]

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Christmas.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Christmas.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Christmas.
  Gambar pada pranala luar   Orang Majus

  1. ^ "Charlton T. Lewis, Charles Short, A Latin Dictionary, nascor". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 25 Desember 2021. 
  2. ^ De Vaan, Michiel (2008). Etymological Dictionary of Latin and the other Italic Languages (Leiden Indo-European Etymological Dictionary Series; 7) (dalam bahasa Inggris). Boston dan Leiden: Brill. ISBN 9789004167971.  Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
  3. ^ Ringe, Donald (2006). From Proto-Indo-European to Proto-Germanic (dalam bahasa Inggris). Oxford: Oxford University Press. ISBN 9780199284139.  Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
  4. ^ Natal do Senhor Jesus, evangelizo.org, VISÃO Júnior 25 de Dezembro de 2011
  5. ^ Lukas 2:7 versi Leydekker
  6. ^ //natal.sabda.org/anak_malaf
  7. ^ Coulson Shepherd, "Jewish Holy Days", page 89
  8. ^ Asal-Usul Pohon Natal
  9. ^ a b c Umat Kristen pernah menolak Sinterklas
  10. ^ Gereja di Georgia mengeluarkan pesan bahwa Santa (Claus) adalah Satan (=setan, iblis)
  11. ^ (Indonesia)Rasid Rachman. 2009. Hari Raya Liturgi. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  12. ^ a b c d e f (Indonesia)Rasid Rachman.2009. Hari Raya Liturgi. Jakarta: BPK-Gunung Mulia. Hal. 130-132.

  • Restad, Penne L. (1995). Christmas in America: A History. New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-509300-3. 
  • The Battle for Christmas, oleh Stephen Nissenbaum (1996; New York: Vintage Books, 1997). ISBN 0-679-74038-4
  • The Origins of Christmas, oleh Joseph F. Kelly (August 2004: Liturgical Press) ISBN 978-0-8146-2984-0
  • Christmas Customs and Traditions, oleh Clement A. Miles (1976: Dover Publications) ISBN 978-0-486-23354-3
  • The World Encyclopedia of Christmas, oleh Gerry Bowler (October 2004: McClelland & Stewart) ISBN 978-0-7710-1535-9
  • Santa Claus: A Biography, oleh Gerry Bowler (November 2007: McClelland & Stewart) ISBN 978-0-7710-1668-4
  • There Really Is a Santa Claus: The History of St. Nicholas & Christmas Holiday Traditions, oleh William J. Federer (December 2002: Amerisearch) ISBN 978-0-9653557-4-2
  • St. Nicholas: A Closer Look at Christmas, oleh Jim Rosenthal (July 2006: Nelson Reference) ISBN 1-4185-0407-6
  • Just say Noel: A History of Christmas from the Nativity to the Nineties, oleh David Comfort (November 1995: Fireside) ISBN 978-0-684-80057-8
  • 4000 Years of Christmas: A Gift from the Ages, oleh Earl W. Count (November 1997: Ulysses Press) ISBN 978-1-56975-087-2
  • Sammons, Peter (May 2006). The Birth of Christ. Glory to Glory Publications (UK). ISBN 0-9551790-1-7. 
  • Markus Aziz, Khalil, The Coptic Orthodox Church (Montreal, Canada: The Coptic Orthodox Patriarchete,t.t), p.35.
  • Bambang Noorsena, Renungan-renungan Idul Milad (Natal) di Tanah Suci Israel/Palestina (Malang: Studia Syriaca Orthodoxia,1999).
  • Natal SABDA.org: Pusat Bahan-bahan Natal berbahasa Indonesia
  • Artikel Natal di Forum Sarapan Pagi

Diperoleh dari "//id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natal&oldid=20964073"

Page 2

13 Maret adalah hari ke-72 (hari ke-73 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

<< Maret >>
M S S R K J S
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31  
2022
  • 624 - Perang Badar: pertempuran kunci antara pasukan Muslim pimpinan Muhammad melawan suku Quraisy dari Mekkah. Pasukan Muslim meraih kemenangan yang menjadi titik balik kemenangan Islam, yang terjadi di wilayah Hijaz, Jazirah Arab bagian barat.
  • 1591 - Pertempuran Tondibi: Di Mali, pasukan Dinasti Saadi dari Maroko pimpinan Judar Pasha, yang kalah dalam jumlah 1 banding 5, mengalahkan pasukan Kekaisaran Songhai.
  • 1639 - New College di Cambridge, Massachusetts dinamakan kembali sebagai Harvard College.
  • 1697 - Nojpetén, ibu kota kerajaan Maya terakhir yang masih merdeka, jatuh ke tangan Conquistador, tahap akhir penaklukan Spanyol atas Guatemala.
  • 1781 - William Herschel menemukan planet Uranus.
  • 1809 - Gustav IV Adolf dari Swedia diturunkan dari tahta dalam sebuah kudeta.
  • 1862 - Perang Saudara Amerika: Pemerintah federal Amerika Serikat melarang seluruh perwira pasukan Union dari mengembalikan budak yang buron, yang secara efektif membatalkan Undang-Undang Budak Buron tahun 1850 (Fugitive Slave Act of 1850) dan memulai tahapan Proklamasi Emansipasi (Emancipation Proclamation).
  • 1865 - Perang Saudara Amerika: Pihak Konfederasi menyetujui penggunaan tentara Afrika-Amerika.
  • 1881 - Tsar Alexander II dari Rusia terbunuh di dekat istananya akibat serangan bom. (menurut kalender Gregorian: karena Rusia saat itu masih menggunakan kalender Julian yang menunjukkan tanggal 1 Maret.)
  • 1884 - Pengepungan Khartoum, Sudan dimulai, dan baru berakhir 26 Januari 1885.
  • 1897 - San Diego State University didirikan.
  • 1900 - Perang Boer Kedua: pasukan Inggris merebut Bloemfontein, Orange Free State.
  • 1920 - Kudeta Kapp Putsch secara singkat berhasil menggusur pemerintah Republik Weimar dari Berlin, namun hanya bertahan beberapa hari saja akibat aksi demonstrasi rakyat Jerman yang menentangnya.
  • 1921 - Mongolia diproklamirkan sebagai kerajaan merdeka oleh seorang panglima militer Rusia penentang Bolshevik, Roman von Ungern-Sternberg, yang hanya bertahan beberapa bulan
  • 1930 - Berita penemuan Pluto dikirim dengan telegraf ke Harvard College Observatory.
  • 1933 - Depresi Besar: Bank-bank di Amerika Serikat mulai buka kembali sesuai mandat Presiden AS Franklin D. Roosevelt tentang "bank holiday".
  • 1938 - World News Roundup ditayangkan perdana di CBS Radio di Amerika Serikat.
  • 1940 - Perang Musim Dingin antara Rusia dan Finlandia berakhir.
  • 1943 - Perang Dunia II: Holocaust- pasukan Nazi Jerman melikuidasi ghetto Yahudi di Kraków, Polandia.
  • 1954 - Perang Indochina Pertama: Pasukan Viet Minh dipimpin Võ Nguyên Giáp melancarkan serangan artileri besar-besaran terhadap pasukan Prancis dalam Pertempuran Điện Biên Phủ, pertempuran puncak selama perang tersebut.
  • 1957 - Mahasiswa revolusioner Kuba menyerbu istana kepresidenan di Havana dalam sebuah kudeta yang gagal terhadap Presiden Fulgencio Batista.
  • 1962 - Lyman Lemnitzer, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, mengajukan proposal Operation Northwoods, tentang serangan teroris di Pangkalan Angkatan Laut AS di Guantanamo, kepada Menteri Pertahanan AS Robert McNamara. Proposal tersebut ditolak mentah dan Presiden John F. Kennedy mencopot Lemnitzer dari jabatannya.
  • 1969 - Program Apollo: Apollo 9 kembali dengan selamat ke Bumi setelah menguji Modul Bulan (Lunar Module).
  • 1979 - Gerakan Permata Baru (New Jewel Movement), dipimpin oleh Maurice Bishop, menyingkirkan Perdana Menteri Eric Gairy dalam kudeta nyaris tak berdarah di Grenada.
  • 1984 - Jaksa Agung RI melarang kepercayaan "Children of God".
  • 1985 - Kerusuhan Kenilworth Road pecah dalam pertandingan sepak bola di Stadion Kenilworth Road di Luton, Inggris dengan kerusuhan terjadi sebelum, selama dan setelah pertandingan putaran ke-6 FA Cup antara Luton Town F.C. dan Millwall F.C..
  • 1988 - Terowongan Seikan, terowongan bawah laut terpanjang di dunia, dibuka menghubungkan Aomori dan Hakodate, Jepang.
  • 1991 - Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa Exxon bersedia membayar US$ 1 miliar untuk membersihkan tumpahan minyak kapal tanker Exxon Valdez di Alaska.
  • 1992 - Gempa bumi berkekuatan 6.7 Mw mengguncang Erzincan, Turki timur dengan intensitas Mercalli VIII (Severe). Sedikitnya 498 orang tewas dalam gempa tektonik di Patahan Anatolia Utara.
  • 1996 - Pembantaian di sekolah di Dunblane, Skotlandia, 16 siswa SD dan 1 orang guru ditembak mati secara membabi buta oleh Thomas Watt Hamilton yang kemudian bunuh diri.
  • 1997 - Misionaris Charitas di India memilih Suster Nirmala Joshi untuk menggantikan Bunda Teresa sebagai pimpinan.
  • 1997 - Cahaya Phoenix, penampakan UFO, terlihat di atas Phoenix, Arizona oleh ratusan orang, dan ditonton jutaan orang lainnya di televisi.
  • 2003 - Evolusi manusia: Jurnal Nature melaporkan penemuan jejak kaki manusia berjalan tegak ke depan yang berusia 350.000 tahun di Italia.
  • 2008 - Harga emas di bursa New York Mercantile Exchange menembus US1,000 per ounce untuk pertama kalinya.
  • 2013 - Kardinal Jorge Mario Bergoglio dari Argentina terpilih sebagai Paus dalam Konklaf Kepausan 2013 dan memilih nama regnal Paus Fransiskus.
  • 2013 - Xi Jinping terpilih menjadi presiden baru China, menggantikan Hu Jintao, setelah sebuah pemungutan suara dalam pertemuan parlemen di Beijing.
  • 1960 - Gatot Nurmantyo, Panglima TNI
  • 1967 - Saber Rebaï, aktor dan penyanyi Tunisia
  • 1989 - Marko Marin, pemain sepak bola Jerman
  • 1990 - Velove Vexia, aktris Indonesia
  • 1992 - Kim Myung-soo, anggota boyband Infinite
  • 1995 - Evan Dimas Darmono, pemain sepak bola Indonesia
  • 1996 - Anggie Putri Kurniasari, mantan anggota grup idola Indonesia, JKT48
  • 2001 - Choi Beomgyu, anggota boyband Tomorrow X Together
  • 2004 - Nicole Parham, aktris Indonesia
  • 1976 - Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Indonesia ke-8 (l. 1903)
  • 1978 - John Cazale, aktor Amerika Serikat (l. 1935)
  • 1994 - Nyepi 1916 Saka
Wikimedia Commons memiliki media mengenai March 13.

12 Maret - 13 Maret - 14 Maret

Wikimedia Commons memiliki media mengenai 13 March.

Diperoleh dari "//id.wikipedia.org/w/index.php?title=13_Maret&oldid=20881290"

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA