Apakah sifat sifat perusahaan perseorangan?

Apa itu:  Perusahaan perseorangan (sole trader atau sole proprietorship) adalah organisasi bisnis yang paling sederhana. Satu orang menjalankan, bertanggung jawab, dan memiliki kendali penuh atas operasi dan keuntungan bisnis. Itu tidak memiliki badan hukum formal. 

 Berbagai bisnis rumahan di daerah Anda mungkin merupakan contoh yang baik dari kepemilikan perseorangan. Mereka termasuk:

  • Penata rambut
  • Tukang cukur
  • Toko kelontong lokal
  • Penulis lepas
  • Desainer grafis lepas

Pemilik dapat menjalankan bisnis paruh waktu atau musiman. Mereka biasanya mengandalkan tabungan mereka sendiri untuk menjalankan dan mengembangkan  bisnis mereka. Sumber lain biasanya berasal dari keluarga atau teman. Beberapa mungkin juga mengakses pinjaman ke bank.

Karakteristik perusahaan perseorangan

Satu orang sebagai pemilik bisnis. Namun, pemilik juga dapat mempekerjakan beberapa karyawan. Ciri-ciri lain dari perusahaan perseorangan adalah:

  • Bisnis tidak memiliki badan hukum formal.
  • Pemilik bertanggung jawab dan memiliki kendali penuh atas keuangan, keuntungan, dan operasi bisnis.
  • Tanggung jawab pemilik tidak terbatas.
  • Pemilik dapat kehilangan properti pribadi jika bisnis gagal memenuhi kewajiban.
  • Bisnis dapat berakhir ketika pemiliknya meninggal.
  • Pemilik hanya menanggung pajak penghasilan pribadi.
  • Bisnis ini berukuran kecil dan memiliki sumber daya yang terbatas.
  • Bisnis dianggap berisiko dan rentan terhadap persaingan karena daya saing yang rendah.
  • Skala operasi terbatas karena keterbatasan modal dan target pasar.
  • Bisnis biasanya hanya melayani permintaan lokal – namun, beberapa mungkin mengandalkan saluran internet untuk memperluas jangkauan mereka.

Keuntungan kepemilikan tunggal

Misalkan Anda menjalankan bisnis ini. Perusahaan perseorangan menawarkan beberapa keuntungan, antara lain:

Sederhana dan murah.  Perusahaan perseorangan membutuhkan sedikit modal dan tidak memerlukan badan hukum formal. Dengan demikian, itu mudah dan murah untuk dikelola. Itu juga tidak memerlukan dokumen dan laporan keuangan standar tetapi tergantung pada bagaimana Anda mengelolanya.

Kontrol penuh dan langsung. Anda memiliki kendali penuh atas operasi dan berbagai fungsi bisnis seperti pemasaran, produksi, dan keuangan. Anda membuat semua keputusan strategis sendiri dan menjalankan bisnis seperti yang Anda inginkan.

Keputusan cepat. Perusahaan perseorangan tidak memiliki struktur organisasi standar. Oleh karena itu, Anda bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan. Hasilnya, ini memungkinkan Anda membuat keputusan penting dengan cepat, seperti mengubah target pasar atau model bisnis Anda.

Fleksibel.  Bagaimana Anda mengatur dan membagi pekerjaan dalam bisnis terserah Anda sebagai pemiliknya. Jadi, struktur bisnis ini memungkinkan Anda untuk memilih waktu dan pola kerja sesuai keinginan Anda. Anda juga bisa memilih bisnis apa yang Anda geluti, mungkin terkait dengan keahlian atau hobi Anda.

Keuntungan penuh. Semua keuntungan bisnis adalah milik Anda sebagai pemilik. Anda tidak perlu membagikan dividen seperti di perseroan terbatas. Dengan kata lain, Anda tidak harus berbagi dengan orang lain untuk menikmati keuntungan bisnis.

Tidak diatur.  Bisnis memiliki lebih sedikit aturan dan kebijakan daripada organisasi bisnis formal lainnya seperti perusahaan terbatas swasta. Anda juga tidak perlu mendaftarkan perusahaan Anda ke pihak berwajib karena bisnis Anda tidak berbadan hukum formal.

Pajak tunggal. Bisnis Anda tidak membayar pajak keuntungan perusahaan. Jadi, Anda hanya membayar pajak penghasilan Anda.

Keintiman dengan pemangku kepentingan.  Anda memiliki kontak pribadi langsung dengan pelanggan, pemasok, dan karyawan. Keberhasilan bisnis tergantung pada keterampilan interpersonal Anda, seperti keterampilan negosiasi. Jika Anda berhasil, Anda dapat menjalin hubungan pribadi yang erat dengan para pemangku kepentingan ini.

Mudah untuk mengakhiri. Apakah Anda ingin berhenti atau melanjutkan, semua keputusan ada di tangan Anda. Jika bisnis tampaknya tidak menguntungkan, Anda dapat segera berhenti. Di sisi lain, Anda bisa menutupnya dan mengejar bisnis lain yang menurut Anda lebih menjanjikan.

Kerugian perusahaan perseorangan

Namun, beberapa kelemahan dari perusahaan perseorangan harus Anda pertimbangkan sebelum memilih struktur bisnis ini.

Kewajiban yang tak terbatas. Perusahaan perseorangan tidak membedakan bisnis sebagai entitas yang terpisah dari pemiliknya. Maksud saya,  aset dan kewajiban bisnis tidak terpisah dari aset  dan kewajiban pribadi Anda. Jadi, Anda mungkin harus menjual aset pribadi seperti rumah atau mobil untuk menutupi kerugian dan melunasi semua kewajiban, termasuk pinjaman bank.

Modal terbatas. Modal awal bisa berasal dari kocek Anda atau sumbangan dari teman atau kerabat Anda. Akses ke pendanaan eksternal lebih sulit karena bisnis tidak memiliki badan hukum formal dan dianggap berisiko. Misalnya, Anda mungkin menghadapi kesulitan meminjam dana dari bank – kecuali Anda sudah memiliki hubungan dekat dengan bank dan mempercayai Anda – dan tidak dapat menerbitkan saham di Bursa Efek seperti perseroan terbatas swasta.

Ukuran bisnis terbatas. Perusahaan perseorangan mengalami kesulitan untuk mengembangkan dan memperluas bisnis mereka karena keterbatasan modal. Dengan demikian, sulit bagi mereka untuk mencapai skala ekonomi yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah karena skala produksi yang rendah. Dalam kasus tertentu, pemilik mungkin ingin tetap mengendalikan bisnis mereka sendiri dan menjaga ukuran bisnis tetap kecil.

Daya saing rendah. Karena ukuran dan sumber dayanya yang terbatas, bisnis Anda sering menghadapi persaingan ketat dari perusahaan yang lebih mapan. Akibatnya, sulit untuk mengalahkan persaingan dan bertahan di pasar.

Sangat bergantung pada pemiliknya.  Keberhasilan bisnis Anda sangat tergantung pada kualitas dan keterampilan Anda sebagai pemilik. Selain keterampilan manajemen bisnis, Anda juga membutuhkan keterampilan interpersonal untuk membangun hubungan yang baik dengan pemangku kepentingan dan membuat bisnis Anda sukses. 

Misalkan Anda mewariskan bisnis kepada kerabat Anda, misalnya, anak-anak Anda. Dalam hal ini, bisnis mungkin tidak mencapai kesuksesan yang sama. Atau, sebaliknya, bisnis lebih sukses daripada ketika Anda mengelolanya karena mereka lebih mahir.

Kontinuitas rendah.  Karena tidak memiliki status hukum tersendiri, keberlangsungan bisnis tergantung pada pemiliknya. Bisnis dapat berakhir jika pemiliknya meninggal kecuali diteruskan ke generasi berikutnya.

Kesulitan dalam rekrutmen.  Anda mungkin mengalami kesulitan merekrut bakat dan professional di luar sana. Mereka biasanya lebih memilih perusahaan yang lebih mapan yang menawarkan lebih banyak keamanan kerja dan pendapatan.

Menekankan. Perusahaan perseorangan biasanya tidak memiliki pembagian kerja yang jelas dan formal. Sebagai pemilik bisnis, Anda harus membuat keputusan, mengelola operasi sehari-hari, dan mengembangkan strategi kompetitif. Dengan kata lain, Anda harus melakukan banyak peran berbeda dalam bisnis. Ini dapat melibatkan jam kerja yang panjang dan melelahkan, yang menyebabkan stres.

Apa itu perusahaan perseorangan? Secara umum, pengertian Perusahaan Perseorangan adalah suatu badan usaha atau perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh pengusaha perorangan atau individu.

Pemilik usaha perseorangan mengelola sendiri perusahaannya dan mendapatkan seluruh keuntungan perusahaan. Selain itu, pemilik usaha perorangan juga menanggung semua risiko yang timbul dalam operasional perusahaan.

Pada umumnya, perusahaan perseorangan pada skala besar akan berbentuk Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), sedangkan pada skala yang lebih lebih kecil disebut UKM (Usaha Kecil dan Menengah).

Pendirian Perusahaan Perseorangan tidak diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD), sehingga tidak membutuhkan adanya pernjanjian karena didirikan oleh satu orang.

Meskipun badan usaha seperti ini merupakan milik pribadi, namun dilihat dari segi permodalan biasanya masih bergantung pada instansi atau perusahaan lain, misalnya Bank. Biasanya perusahaan perorangan memiliki modal kecil, jenis produk dan jumlah produksinya terbatas, tenaga kerja sedikit, dan alat produksi dan teknologi sederhana.

Baca juga: Pengertian Perusahaan

Pengertian Perusahaan Perseorangan Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian perusahaan perseorangan menurut para ahli, diantaranya:

1. Murti Sumarai dan Jhon Suprianto

Menurut Murti Sumarai dan Jhon Suprianto, perusahaan perseorangan adalah badan usaha/ perusahaan yang dimiliki, dikelola, dan dipimpin oleh individu, di mana tanggungjawab atas aktivitas dan risiko perusahaan ditanggung oleh orang tersebut.

2. Basswasta

Menurut Basswasta, pengertian perusahaan perseorangan adalah bentuk usaha yang dimiliki dan dijalankan oleh seseorang, di mana orang tersebut bertanggungjawaab penuh terhadap segala kegiatan dan risiko perusahaan.

3. M. Hatta

Menurut Hatta, pengertian perusahaan perseorangan adalah sebuah badan usaha yang didirikan dan dikelola oleh seorang pengusaha.

4. Wikipedia

Menurut Wikipedia, definisi perusahaan perseorangan adalah suatu perusahaan/ bisnis yang dimiliki oleh pemilik tunggal, sedangkan pengusaha perorangan merupakan pemilik dari suatu usaha perorangan tersebut.

5. Undang-Undang Republik Indonesia

Pengertian perusahaan perorangan menurut Undang-Undang (UU) Republik Indonesia adalah suatu badan usaha dimana seluruh modalnya dimiliki oleh satu orang, dan konsekuensi tanggung jawabnya juga dibebankan kepada orang tersebut.

Baca juga: Badan Usaha Campuran

Ciri-Ciri Perusahaan Perseorangan

Secara umum, ada beberapa ciri-ciri perusahaan perseorangan yang memudahkan kita untuk mengenalinya, di antaranya adalah:

  • Proses pendiriannya relatif mudah, begitu juga pembubarannya.
  • Pemilik perusahaan adalah individu atau keluarga.
  • Tugas dan tanggungjawab tidak terbatas.
  • Permodalan usaha perorangan biasanya tidak terlalu besar dan bisa melibatkan harta pribadi.
  • Keberlangsungan usaha tersebut tergantung pada pemiliknya.
  • Sistem atau cara mengelola usahanya sederhana.
  • Nilai tambah atau nilai penjualan usahanya relatif kecil.
  • Perusahaan perorangan dapat dipindah tangankan sewaktu-waktu.

Baca juga: Perusahaan Jasa

Kelebihan dan Kekurangan Perusahaan Perseorangan

Ilustrasi Perusahaan Perseorangan

Setiap jenis dan bentuk perusahaan pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan usaha perseorangan:

I. Kelebihan Perusahaan Perseorangan

  1. Seperti yang sudah dijelaskan pada pengertian badan usaha perseorangan di mana usaha ini dimiliki secara individu maka keuntungan yang didapat sepenuhnya menjadi pemilik usaha.
  2. Dengan membangun usaha perseorangan maka pemilik usaha akan bebas untuk bergerak, dalam arti segala keputusan dan kebijakan sepenuhnya secara mutlak berada ditangan pemilik usaha. Selain itu dalam hal pengambilan keputusan juga tergolong cepat karena pemilik usaha tidak perlu berlarut-larut merundingan suatu perselisihan.
  3. Hingga saat ini perusahaan perseorangan belum dikenai pajak oleh pemerintah. Pemilik badan usaha hanya berkewajiban untuk membayar pajak penghasilan saja mencakup penghasilan pribadi maupun karyawan.
  4. Perusahaan perorangan memiliki sistem organisasi perusahaan yang sederhana dan murah karena tidak memiliki bagian-bagian yang kompleks layaknya Perseroan Terbatas. Sehingga dari segi biaya operasional, badan usaha perseorangan relatif rendah.
  5. Dalam badan usaha perseorangan tidak memiliki banyak aturan yang mengikat seperti pada Perseroan Terbatas (PT), Firma, atau Persekutuan Komanditer (CV). Karena merupakan milik pribadi sehingga segala peraturan dan tata tertib yang berlaku di perusahaan terbatas hanya untuk mencapai keuntungan perusahaan saja.
  6. Jaminan rahasia perusahaan terjamin karena segala aktivitas dan kegiatan penting dilakukan secara internal di dalam perusahaan. Misalnya dalam usaha kue dimana resep yang digunakan terjaga secara aman dan rahasia di dalam perusahaan.
  7. Umumnya membangun badan usaha sendiri justru lebih mudah mendapatkan modal usaha dari pinjaman bank atau pihak lain.

II. Kekurangan Badan Usaha Perseorangan

  1. Di atas dijelaskan bahwa usaha perseorangan dimiliki secara individu, maka tanggung jawab secara penuh berada pada pemilik usaha. Jika suatu saat perusahaan mengalami kerugian atau pailit maka kekayaan pribadi pemilik usaha juga menjadi jaminannya untuk melunasi hutang-hutang perusahaan.
  2. Meskipun perusahaan terus berkembang dan memperluas cabang, namun ketersediaan modal pinjaman dari kredit tidak akan meningkat. Selain itu, sebagai usaha milik individu maka modal juga terbatas dari satu orang saja dan tergantung dari kemampuan pemilik perusahaan untuk mendapatkan modal.
  3. Kemampuan perusahaan untuk bertahan tidak terjamin karena jika terjadi sesuatu kepada pemilik usaha misalnya meninggal dunia, maka tidak ada jaminan perusahaan tersebut bisa terus berlanjut karena biasanya aktivitas perusahaan akan berhenti.
  4. Terbatasnya organisasi di dalam perusahaan perorangan membuat manajemen perusahaan menjadi sulit karena pemilik bertanggung jawab penuh terhadap semua aktivitas di perusahaan.
  5. Karyawan yang bekerja pada usaha perseorangan akan sulit untuk mendapatkan jenjang karir, kalaupun  bisa naik jabatan namun akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Baca juga: Manajemen Resiko

Syarat Mendirikan Perusahaan Perseorangan

Pada dasarnya mendirikan usaha perseorangan dapat dilakukan dengan mudah dan syaratnya sederhana. Syarat pendirian perusahaan perorangan dapat dibagi menjadi tiga aspek penting, yaitu; modal, pembukuan, dan pajak.

Berikut ini merupakan beberapa syarat mendirikan perusahaan perseorangan:

  1. Pemilik usaha harus memiliki sumber modal, baik itu dari tabungan pribadi, pinjaman dari keluarga atau teman, pinjaman dari Bank, dan sumber lainnya.
  2. Pemilik usaha perorangan harus dapat menyusun pembukuan dengan mencantumkan poin-poin penting, seperti; keadaan kekayaan perusahaan, kebutuhan perusahaan, surat dan dokumen, laporan per periode (bulan, kuartal, tahun), dan arsip.
  3. Pemilik usaha perorangan harus memperhitungkan pajak yang dibayarkan ke negara, seperti; pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, dan pajak lainnya.

Contoh Badan Usaha Perseorangan

Sebenarnya, ada banyak sekali contoh perusahaan perseorangan yang bisa kita temukan di masyarakat. Bahkan di jaman digital seperti sekarang ini bisnis online semakin merambah dan menciptakan banyak usaha kecil-kecilan secara perorangan.

Beberapa contoh perusahaan perorangan di antaranya adalah:

  • Perusahaan kerajinan tangan.
  • Perusahaan bisnis waralaba.
  • Usaha laundry kiloan
  • Usaha jasa bengkel.
  • Bisnis kuliner unik dan khas.
  • Usaha jasa cuci mobil.
  • Usaha salon kecantikan.
  • Dan lain-lain.

Baca juga: Budaya Organisasi

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa perusahaan perseorangan adalah suatu perusahaan yang dimiliki, dikelola, dan diawasi oleh satu orang.

Jenis perusahaan seperti ini banyak ditemukan di Indonesia karena bentuknya sederhana, modalnya kecil, dan mudah dijalankan.

Demikianlah ulasan singkat tentang perusahaan perseorangan,  mulai dari pengertiannya, ciri-ciri, kelebihan dan kekurangan, serta beberapa contoh badan usaha perseorangan. Semoga artikel ini bisa menjadi sumber yang bermanfaat.

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA