Apa yang dimaksud teknik menerjemah dalam naskah lakon

Oktober 17, 2021oleh

Pesona atau daya tarik (keindahan) di dalam sastra, setidaknya dapat dipahami melalui: bentuk, isi, ekspresi, dan bahasa ungkap seorang sastrawan dengan persyaratan unsur-unsur di dalamnya, yaitu adanya; Alur, tema, tokoh, karakter, setting, dan sudut pandang pengarang. Unsur-unsur tersebut, hendaknya mengandung muatan;

  1. Keutuhan (unity),; artinya setiap bagian atau unsur yang ada menunjang kepada usaha pengungkapan isi hati sastrawan. Dengan kata lain tidak adanya unsur kebetulan, semuanya direncanakan dan dipertimbangkan secara seksama.
  2. Keselarasan (harmony), artinya berkenaan dengan hubungan satu unsur dengan unsur lain, harus saling menunjang dan mengisi bukan mengganggu atau mengaburkan unsur yang lain.
  3. Keseimbangan (balance), ialah bahwa unsur-unsur atau bagian-bagian karya sastra, baik dalam ukuran maupun bobotnya harus sesuai atau seimbang dengan fungsinya. Sebagai contoh, adegan yang kurang penting dalam naskah drama akan lebih pendek daripada adegan yang penting. Demikian juga halnya di dalam puisi bahwa yang dianggap penting akan terjadi pengulangan kata atau kalimat dalam baris lain.
  4. Fokus atau pusat penekanan sesuatu unsur (right emphasis), artinya unsur atau bagian yang dianggap penting harus mendapat penekanan yang lebih daripada unsur atau bagian yang kurang penting. Unsur yang dianggap penting akan dikerjakan sastrawan lebih seksama, sedang yang kurang penting mungkin hanya garis besar dan bersifat skematik saja.

Baca Juga:   Memainkan Alat Musik Barat

Teknik Menyusun Naskah Lakon

Dalam praktiknya, menyusun naskah lakon memerlukan suatu cara atau teknik untuk penuangan gagasan dalam bentuk tulisan. Adapun cara yang dapat digunakan dalam kreativitas menyusun naskah lakon dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti menerjemahkan, mengadaptasi, menyadur dan menyanggit.

  1. Teknik Menerjemahkan
    Menerjemahkan merupakan salah satu teknik menyusun naskah lakon yang dapat dilakukan guna memenuhi pengadaan lakon teater. Dalam kenyataannya lakon hasil terjemahan atau kisah sangat sulit didapat, terlebih lagi lakon kisah berbahasa asing. Oleh karena itu bentuk pementasan atau kisah satu-satu hanya ada di Indonesia, dan salah satu bentuk yang mendekati bentuk atau kisah milik asing adalah Opera.
  2. Teknik Adaptasi
    Adaptasi secara harfiah dapat diartikan menyesuaikan atau penyesuaian diri sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan yang dihadapi. Adaptasi dalam hubungan naskah lakon merupakan salah satu teknik menyusun naskah lakon yang dapat dimanfaatkan untuk melengkapi perbendaharaan naskah lakon seni teater bersumber cerita, kisah atau lakon yang ada dan pernah tumbuh dan berkembang di daerah.
  3. Teknik Sadur
    Sadur adalah teknik menyusun naskah dengan cara menggubah atau merubah sebagian unsur karya orang lain menjadi karya kita, tetapi dengan tidak menghilangkan, merusak unsur-unsur pokok lakon dari pengarangnya. Lakon saduran dengan tidak mencantumkan sumber cerita dan pengarang aslinya dapat disebut plagiat (mencaplok, mengaku karya orang lain menjadi karya sendiri).
  4. Sanggit
    Istilah Sanggit atau menyanggit dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 1984) mengandung pengertian bergeser atau menggeser sesuatu tetapi dalam satu hal yang sama. Seperti bambu berderik apabila terjadi gesekan dengan bambu yang lain atau gigi kita menderik apabila terjadi gesekan dengan gigi yang lain.

Baca Juga:   Musik Kreasi: Teknik, Konsep, Jenis, Pengertian, Contoh, dsb

Referensi

  1. Hamid, D.H. (1976). Banjet (Teater Rakyat Jawa Barat Bercakal Bakal Pendekar).
  2. Tim Kemdikbud. (2018). Seni Budaya X, semester 2. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
  3. Sembung Willy F. (1992). Topeng Banjet Karawang Dewasa ini Sebuah Tinjauan Deskriptif, STSI Bandung: Laporan Penelitian.

Apa yang dimaksud teknik menerjemah dalam naskah lakon

Naskah Lakon, Pengertian dan Jenis Lakon.

Materi pembahasan ilmucerdasku.com.

1. Pengertian Lakon,

2. Jenis Lakon,

3. Cara Menyusun Naskah Lakon.

Berikut ini akan kami uraikan satu persatu dari materi tentang lakon di atas namun sebelum lanjut kami ingatkan agar membiasakan membaca hingga tuntas agar paham dan tidak gagal dalam memahami setiap penjelasannya dan berikut uraiannya.

1. Pengertian Lakon.

Menurut KBBI bahwa lakon merupakan suatu karangan yang berupa sandiwara yang dibawakan langsung menggunakan gaya percakapan, lakon juga di maknai sebagai suatu peristiwa yang di sampaikan melalui gerak laku pemain baik manusia atau benda seperti wayang atau boneka.

Lakon secara umum di artikan sebagai suatu peristiwa aau kejadian yang disampaikan kembali melalui tindak tanduk benda hidup atau benda mati seperti manusia atau melalui wayang atau boneka sebagia pemainnya.

Lakon merupakan pemeran utama dalam sebuah cerita atau peristiwa yang tampilkan dalam bentuk sandiwara dengan gaya percakapan langsung melalui tindak - tanduk manusia atau benda baik boneka atau wayang yang menjadi pemerannya.

Pengertian lakon juga di katakan dalam bahasa sunda sebagai boga lakon, ngalakon atau pemeran utama dari sebuah cerita atau naskah, sedangkan dalam bahasa jawa, lakon sering disebut dengan lelakon yaitu memerankan tokoh cerita dengan kata-kata (verbal) atau tanpa kata-kata di atas pentas.

Itulah beberapa pengertian dari lakon dan selanjutnya kita akan membahas tentang jenis - jenis lakon dan berikut uraiannya.

2. Jenis - Jenis Lakon.

Didalam naskah drama atau teater terdapat 4 jenis bentuk lakon yakni lakon dagelan, lakon melodrama, lakon komedi dan lakon tragedi.

a. Lakon Dagelan.

Lakon dagelan merupakan lakon yang memerankan adegan yang memicu tawa atau nampak lucu yang merupakan salah satu seni rakyat dilakukan secara spontan dan tidak terikat oleh naskah atau dapat keluar dari naskah dalam mementaskan sebuah lakon dengan bahasa lain sering disebut dengan improvisasi.

Spontanitas tersebut merupakan suatu improvisasi yang dilakukan oleh pemain di atas panggung yang oleh karena itu, dagelan didasari oleh sebuah lakon singkat yang kemudian dikembangkan sendiri oleh pemainnya saat pentas berlangsung.

Kelucuan yang muncul dihasilkan dari gerak gerik atau tingkah laku, gaya bicara serta isi pembicaraan pemain dimana dagelan sendiri memiliki sifat parodi yan gmembuat efek realitas tersendiri seperti pada pertunjukan ludruk.

b. Lakon Melodrama.

Secara umum, bentuk dari lakon melodrama biasanya diangkat dari tema kelurga, percintaan, atau kisah-kisah sedih yang berujung pada kebahagiaan seperti lakon dari cerita Dilan, romeo and Juliet dan masih banyak lagi yang lainnya.

c. Lakon Komedi.

Lakon komedi pada dasarnya memiliki kisah cerita yang berulang hingga dapat menghasilkan kelucuan dan mengundang tawa penontonnya.

Sifatnya yang penuh dengan bahasa satir dan menghibur ini biasanya banyak menggunakan bahasa sindiran yang berujung pada peran utama yang mengalami kebahagiaan atau sebaliknya akibat dari ulahnya sendiri seperti pada cerita yang diperankan leh WARKOP. Siapa coba yang tidak kenal 3 pemeran warkop ini di tahun 80-an.

d. Lakon Tragedi.

Lakon tragedi pada umunya memerankan peristiwa yang bersumber dari sejarah baik itu cerita tatang suatu masa kejayaan atau masa keruntuhan dan juga ciri lainnya yaitu pemeran utamanya mengalami irama tragis, poima atau itikat peran utama.

3. Cara Menyusun Naskah Lakon.

Dalam menyusun naskah lakon dibutuhkan suatu teknik atau cara menyusun naskah lakon yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Terdapat 4 teknik/cara dalam menyusun naskah lakon yang diantaranya adalah menggunakan teknik menerjemah, teknik adaptasi, teknik sadur dan teknik sanggit. Berikut penjelasannya.

1. Teknik Menerjenah.

Menterjemahkan merupakan salah satu teknik yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan lakon dalam teater atua drama.

Pada kenyataannya, lakon dari hasil terjemahan atau kisah sangat sulit di temukan apa lagi jika menggunakan bahasa asing.

Maka dari itu, teknik pementasan pada Opera hanya menjadi satu-satunya pementasan lakon yang bisa mendekati bentuk dari kisah - kisah milik asing.

2. Teknik Adaptasi.

Teknik adaptasi atau disebut juga dengan teknik penyesuaian dari sebuah situasi, kondisi dan serta kebutuhan yang di hadapi.

Teknik adap tasi dalam hubungannya dengan naskah lakon adalah merupakan bentuk dari salah satu teknik penyusunan naskah lakon yang bisa digunakan untuk melengkapi perbendaharaan naskah lakon seni teater atau drama yang sumbernya berasal dari cerita, kisah yang pernah ada dan tumbuh di lingkungan suatu daerah.

3. Teknik Sadur.

Teknik menyadur merupakan taknik menyusun naskah lakon yang menggunakan cara mengubah sebahagian unsur dari karya orang lain hingga menjadi karya kita sendiri, namun dengan tidak menghilangkan ataupun merusak unsur pokok lakon dari pengarang aslinya.

Lakon saduran dengan tidak mencantumkan sumber cerita dan pengarang aslinya dapat disebut dengan plagiat (copypaste).

4. Teknik Sanggit.

Istilah sanggit dalam KBBI mengandung pengertian bergeser atau mengalami pergeseran namun masih dalam satu makna yang sama misalnya gigi akan berderik jika mengalami gesekan dengan gigi lainnya dengan bambu akan berderik jika mengalami gesekan dengan bambu yang lainnya.

Demikian dan sampai disitulah penjelasan singkat tentang lakon yang membahas tentang pengertian lakon, jenis dan cara menyusun naskah lakon tersebut di atas, semoga bermanfaat dan terimakasih.

Referensi:

id.wikipedia.org,serupa.id,brainly.co.id,

kelaspintar.id