Bagaimana cara menghindari diri dari sifat buruk?

Senantiasa berbuat baik dan meninggalkan perbuatan tercela adalah pilihan terbaik sebagai seorang manusia. Sebab, dengan berbuat baik, kita akan memiliki energi positif sehingga hidup yang kita jalani akan berjalan penuh makna.

Namun demikian, pengaruh lingkungan yang tidak sehat serta ego dalam diri terkadang membuat seseorang mudah terjerembap dalam perbuatan nista. Alhasil, jika tak mampu mengendalikan diri, maka perbuatan buruk tersebut akan menjadi kebiasaan.

Lalu bagaimana cara seseorang bisa menahan dirinya agar tidak berbuat buruk? Berikut ini 5 cara membentengi diri agar tidak jatuh dalam perbuatan buruk.

1. Merasa diawasi oleh Sang Maha Pencipta

Bagaimana cara menghindari diri dari sifat buruk?
Unsplash.com/Benjamin Davies

Hal ini sangat penting, dan tanamkan selalu konsep ini di dalam hati dan pikiran. Ketika seorang manusia merasa diawasi gerak-geriknya, tentu ia akan mencoba untuk bersikap tidak melampaui batas, apalagi pengawasan itu langsung dilihat oleh Sang Maha Pencipta.

Saat seseorang menanamkan pola ini dalam dirinya, niscaya ia akan takut untuk berbuat buruk kepada diri sendiri atau pun kepada orang lain, sebab ia takut akan Tuhannya.

2. Menganggap perbuatan buruk sebagai tindakan merugikan

Bagaimana cara menghindari diri dari sifat buruk?
Pixabay.com/Pexels

Tidak bisa dimungkiri, berbuat buruk memiliki konsekuensi yang tidak akan menguntungkan seseorang, malah sebaliknya, ia akan merugi. Kenapa bisa begitu? Karena berbuat buruk secara terus menerus akan membuat hati seseorang menjadi kotor sehingga tak bisa lagi membedakan perbuatan baik dan tidak.

Sebagai contoh, jika seseorang terbiasa berbohong, maka hidupnya tak akan pernah nyaman. Sebab dalam kesehariannya ia harus berpikir keras untuk menciptakan kebohongan-kebohongan berikutnya demi menutup kebohongan yang sudah lebih dulu ia lakukan.

Bayangkan saat perbuatan buruk tersebut terungkap dan diketahui orang lain, seseorang akan sulit menjalani harinya karena orang lain sudah tidak percaya lagi padanya.

Oleh karena itu, selalu jujur dalam segala kondisi. Jangan pernah takut berkata benar walau pun pahit.

Baca Juga: Sebelum Memutuskan Menikah, Jujurlah Tentang 7 Hal Ini, Girls! 

3. Hindari lingkungan yang tidak sehat

Bagaimana cara menghindari diri dari sifat buruk?
Unsplash.com/Warren Wong

Lingkungan memiliki peran penting dalam kehidupan seseorang. Terkadang jika seorang manusia mudah terpengaruh, maka ia akan dengan mudah mengikuti pola hidup orang lain. Karena itu sebaiknya pilihlah tempat tinggal dengan lingkungan yang baik dan positif.

Bayangkan jika seseorang setiap harinya berinteraksi dengan peminum, bukan tidak mungkin ia juga akan terpengaruh untuk ikut minum lantaran tidak enak menolak ajakan orang lain, hingga akhirnya kegiatan minum-minum pun menjadi sebuah kebiasaan yang akhirnya sulit dihindari. Untuk itu pilihlah lingkungan yang dapat membuat kita bisa hidup lebih baik. 

4. Bangun kekerabatan dengan orang-orang yang baik, terutama yang memiliki ilmu agama

Bagaimana cara menghindari diri dari sifat buruk?
Unsplash.com/mostafa meraji

Berteman dengan orang-orang baik adalah pilihan tepat yang harus dilakukan setiap orang. Dengan begitu, seseorang akan terpacu untuk mau berbuat positif. Cobalah untuk menjalin kekerabatan dengan orang-orang baik, terutama mereka yang baik akhlak dan ilmu agamanya.

Biasanya orang-orang yang memiliki pendidikan agama yang baik memiliki kepekaan dan mudah menasihati temannya apabila sudah salah langkah. Hal ini yang dibutuhkan setiap manusia, sebab jika seorang manusia sudah salah jalan, ia perlu diingatkan oleh orang-orang di sekitarnya sehingga bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

5. Sadari bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban

Bagaimana cara menghindari diri dari sifat buruk?
Unsplash.com/ Jeremy Perkins

Ingatlah bahwa kehidupan dunia tidaklah kekal. Semua yang hidup akan berakhir dengan kematian dan kembali kepada-Nya. Jika seseorang memahami dan sadar akan hakekat hidup ini, tentu ia akan berupaya untuk menghindari perbuatan-perbuatan buruk.

Sebab pada akhirnya Sang Maha Pencipta akan meminta pertanggungjawaban tiap-tiap manusia atas apa yang ia lakukan selama menjalani hidup. Untuk itu manfaatkan waktu yang ada untuk berbuat kebaikan daripada terus menjalani hidup dengan perbuatan buruk.

Demikianlah 5 cara membentengi diri agar tidak jatuh dalam perbuatan buruk. Setiap manusia memiliki kendali atas dirinya sendiri. Untuk itu kendalikanlah diri dengan benar agar tidak jatuh ke dalam perbuatan merugikan. Ingatlah bahwa hidup ini sebentar, jadilah bermakna dengan sibuk menebar kebaikan.

Baca Juga: 8 Reminder yang Harus Kamu Ingat Saat Mulai Meragukan Diri Sendiri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Bagaimana cara Anda menjauhi sikap yang buruk?

Cara menghilangkan kebiasaan buruk.
Sadari bahwa yang Anda lakukan merupakan kebiasaan buruk. ... .
2. Buat rencana yang matang. ... .
3. Alihkan perhatian pada hal lain. ... .
4. Tulis peringatan yang positif. ... .
Dapatkan dukungan. ... .
6. Beri reward pada diri sendiri. ... .
7. Bersabar dan konsisten. ... .
8. Cari bantuan profesional..

Bagaimana cara mengubah kebiasaan buruk menjadi baik?

7 langkah mengubah kebiasaan.
Mulai dengan satu kebiasaan. Bisa dipastikan ketika kita mencoba berubah sekaligus, hasilnya tidak selalu berhasil. ... .
2. Temukan yang dapat memicunya. ... .
Komitmen. ... .
4. Lakukan pola yang berbeda. ... .
Alarm visualisasi. ... .
6. Beri hadiah ketika berhasil. ... .
7. Jangan menyerah..

Bagaimana cara menghilangkan sifat buruk menurut Islam?

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, langkah pertama menghilangkan kebiasaan dan sifat buruk adalah dengan meningkatkan takwa kepada Allah SWT. Semakin seseorang meningkatkan ketakwaannya, maka takwa tersebut akan menutup hal-hal buruk yang selama ini dilakukan.

Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk pada anak?

5 Tip Mengubah Perilaku Buruk Anak.
Jangan bereaksi. Kesalahan yang kerap dilakukan orang tua adalah menanggapi perilaku buruk. ... .
Bicara bersama. Saat anak sudah tenang, ajak ia duduk bersama. ... .
Konsisten. Suasana hati kadang memengaruhi sikap Anda pada anak. ... .
Tidak instan. ... .
Hindari kekerasan fisik..