Faktor yang menyebabkan gagalnya kebijkan ekonomi gerakan benteng adalah….

KOMPAS.com - Sistem ekonomi gerakan benteng adalah program ekonomi yang dijalankan saat Indonesia masih menganut sistem parlementer, tepatnya di era Kabinet Natsir. tujuan dilaksanakannya sistem ekonomi gerakan benteng adalah memberikan kredit lunak untuk pengusaha pribumi. 

Yang menjadi tujuan program ekonomi gerakan benteng adalah membina para pengusaha bumiputra agar bisa bersaing atau sejajar dengan para pengusaha dari kalangan Tionghoa. 

Selain itu, tujuan dilaksanakan program sistem ekonomi gerakan benteng adalah sebagai upaya pemerintah untuk melakukan pemulihan perekonomian saat itu. 

Saat itu, perekonomian Indonesia tidak stabil setelah Belanda hengkang dari Tanah Air. Belum lagi, Indonesia harus menanggung utang Hindia Belanda sesuai dengan kesepakatan Konferensi Meja Bundar. 

Baca juga: Bukan BI atau BNI, Ini Bank Pertama yang Didirikan di Indonesia

Indonesia juga masih dilanda konflik berkepanjangan. Pasca agresi militer Belanda, pemerintah dihadapkan dengan beberapa pemberontakan di dalam negeri. 

Gerakan Benteng berlangsung selama tiga tahun (1950-1953) dan berakhir setelah Kabinet Natsir tak lagi berkuasa. Pencetus dari gerakan ekonomi benteng adalah Soemitro Djojohadikusumo.

Soemitro Djojohadikusumo sebagai salah satu ahli ekonomi Indonesia berpendapat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia pada hakikatnya adalah mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.

Tujuan dilaksanakannya sistem ekonomi gerakan benteng adalah tentulah memberikan kemudahan bagi pengusaha pribumi dalam menjalankan bisnis. 

Baca juga: Mengapa Pemerintah Hindia Belanda Melaksanakan Tanam Paksa?

Dalam aspek lainnya, yang menjadi tujuan program ekonomi gerakan benteng adalah untuk melindungi para pengusaha pribumi dari persaingan pengusaha non pribumi.

Gerakan Benteng terdiri dari dua kebijakan. Pertama, Gerakan Benteng mengistimewakan importir pribumi. Importir pribumi diberi kewenangan impor khusus. 

YURINDA HIDAYAT Tujuan dilaksanakannya sistem ekonomi gerakan benteng adalah membantu pengusaha pribumi mendapatkan modal, selain itu yang menjadi tujuan program ekonomi gerakan benteng adalah pengusaha bumiputra bisa bersaing dengan pengusaha keturunan.

Selain itu, mereka juga menerima jatah devisa dengan kurs murah. Kedua, kebijakan ekonomi dilakukan dengan pemberian kredit modal pada pengusaha yang selama ini sulit memperoleh pinjaman dari lembaga pendanaan seperti bank.

Lewat Gerakan Benteng, pemerintah memilih pengusaha-pengusaha pribumi yang akan menerima bantuan. Para pengusaha yang dinamakan importir Benteng ini telah lulus sejumlah persyaratan di antaranya:

  • Merupakan importir baru 
  • Berbentuk badan hukum, perseroan terbatas, atau kongsi 
  • Memiliki modal kerja minimal sebesar Rp 100.000 
  • Modal kerja sekurang-kurangnya 70 persen berasal dari bangsa Indonesia asli (pribumi) atau golongan ekonomi lemah 
  • Memiliki kantor untuk pegawai dan tenaga kerja

Baca juga: Apa Jenis Uang Tunai yang Dipakai Masyarakat Majapahit Dulu?

Program Benteng dinilai gagal karena salah sasaran. Banyak pengusaha bumiputra yang menjual lisensi impor yang diberikan oleh pemerintah kepada para pengusaha non-bumiputra. 

Dalam praktiknya, program ekonomi Gerakan Benteng mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan karena para pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan pengusaha etnis Tionghoa yang berpengalaman dalam berbisnis.

Kegagalan program Gerakan Benteng menjadi salah satu sumber defisit keuangan negara. Harapannya program ini akan memajukan ekonomi negara, namun ternyata yang terjadi adalah menambah beban defisit anggaran negara yang semakin membesar. 

Dengan kondisi tersebut, akhirnya program ekonomi Gerakan Benteng pun dihentikan. 

40 Tahun Indonesia Merdeka Jilid 1 tujuan dilaksanakannya sistem ekonomi gerakan benteng adalah menumbuhkan ekonomi

Baca juga: Mengenal Gobog, Uang yang Berlaku di Era Majapahit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link //t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

KOMPAS.com – Gerakan Benteng adalah program perekonomian yang berlaku pada masa Kabinet Natsir dari September 1950 hingga April 1951. Kebijakan ini dicetuskan oleh Soemitro Djojohadikusumo, Menteri Perdagangan era Kabinet Natsir.

Gerakan Benteng berlangsung selama tiga tahun (1950-1953) dan berakhir setelah Kabinet Natsir tak lagi berkuasa.

Program Gerakan Benteng yang bertujuan melindungi pengusaha pribumi ini akhirnya dihentikan karena dianggap gagal.

Wikimedia Commons Sumitro Djojohadikusumo

Latar belakang

Di awal kemerdekaan, perekonomian Indonesia masih carut marut akibat penjajahan. Indonesia juga masih menanggung utang kepada Belanda hasil dari Konferesi Meja Bundar. Belum lagi revolusi dan perang yang terjadi setelah itu.

Kolonial mewarisi perekonomian yang timpang di mana yang berkuasa yang menguasai sumber daya. Akibatnya, rakyat pribumi biasa sulit mencapai kesejahteraan.

Di masa Kabinet Natsir (September 1950-Maret 1951), Menteri Perdagangan Sumitro Djojohadikusumo pun mencanangkan Gerakan Benteng yang dimulai sejak April 1950.

Baca juga: Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Liberal

Pelaksanaan

Gerakan Benteng terdiri dari dua kebijakan. Pertama, Gerakan Benteng mengistimewakan importir pribumi.

Importir pribumi diberi kewenangan impor khusus. Selain itu, mereka juga menerima jatah devisa dengan kurs murah.

Kedua, kebijakan ekonomi dilakukan dengan pemberian kredit modal pada pengusaha yang selama ini sulit memperoleh pinjaman dari lembaga pendanaan seperti bank.

Lewat Gerakan Benteng, pemerintah memilih pengusaha-pengusaha pribumi yang akan menerima bantuan.

Para pengusaha yang dinamakan importir Benteng ini telah lulus sejumlah persyaratan di antaranya:

  • Merupakan importir baru
  • Berbentuk badan hukum, perseroan terbatas, atau kongsi
  • Memiliki modal kerja minimal sebesar Rp 100.000
  • Modal kerja sekurang-kurangnya 70 persen berasal dari bangsa Indonesia asli (pribumi) atau golongan ekonomi lemah
  • Memiliki kantor untuk pegawai dan tenaga kerja

Selama pelaksanaan Gerakan Benteng, persyaratan ini beberapa kali diubah dan diperbaiki agar benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pengusaha yang tidak berhak.

Baca juga: Kondisi Ekonomi pada Masa Demokrasi Liberal

Kegagalan

Selama tiga tahun pelaksanaan, ada sekitar 700 perusahaan yang menerima bantuan dari program Gerakan Benteng.

Namun ditengarai banyak penerima bantuan yang curang. Para pengusaha pribumi hanya dijadikan sebuah alat bagi para pengusaha nonpribumi untuk bisa mendapatkan kredit dari pemerintah.

Ini menjadi salah satu penyebab berakhirnya sistem ekonomi Gerakan Benteng.

Banyak penerima lisensi impor menjual lisensinya kepada importir yang sudah mapan. Mereka dikenal dengan istilah "aktentas".

Selain itu, persyaratan kepemilikan modal juga menjadi perdebatan karena mendiskriminasi pengusaha Tionghoa. 

Pada September 1955, Gerakan Benteng dikaji oleh Kabinet Burnahuddin Harahap dan Sumitro yang saat itu menjabat Menteri Keuangan.

Persyaratan berdasarkan etnis akhirnya dihapus dan diganti dengan persyaratan uang muka. 

Pada bulan Maret dan April 1957, Kabinet Karya atau yang disebut Kabinet Djuanda menghentikan Gerakan Benteng seiring dengan transisi ke demokrasi terpimpin.

Referensi: 

  • Boediono. (2016). Ekonomi Indonesia: Dalam Lintasan Sejarah. Bandung: Mizan.
  • Muhamin, Yahya A. (1991). Bisnis dan Politik Kebijaksanaan Ekonomi Indonesia 1950-1980. Jakarta: LP3ES.
  • Zuhdi, Susanto. (1996). Terminologi Sejarah. Jakarta: Defit Prima Karya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link //t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

sumber daya alam setiap wilayah atau daerah berbeda-beda sehingga jenis usaha di setiap wilayah itu​

sifat campuran sama dengan​

Soekarno-Hatta dibawa ke Rengasdengklok oleh... dari Daidan PETA Jakarta.a. Yusuf Kuntob. dr. Muwardic. Shodanco Singgihd. Chaerul Saleh e. Sukarni​

JELASKAN KEGIATAN EKONOMI YANG DILAKUKAN PEDAGANG BERAS!Tolong Dijawab Nanti Saya Akan Kasih Jawabannya Yang Terbaik!​

tinggi ideal laki-laki sesuai umur adalah​

mengembangkan berbagai jenis produk untuk diekspor dapat dikategorikan ke dalam upayaa.efisiensi produk eksporb.intensifikasi produk eksporc.diversifi … kasi produk ekspord.masalisasi perbanyakan produk ekspor•dengan penjelasannya ​

apa yang dimaksud dengan mengembun?​

Salah satu kelebihan usaha yang dikelola secara sendiri yaitu..​

1. PT Harun merupakan perusahaan rokok yang sahamnya bernilai sebesar Rp 1.000/lembarnya. Kemudian, PT Muhsyi berniat untuk membeli saham PT Harun seb … anyak 500 lembar saham. Namun, karena kurangnya modal untuk membeli saham tersebut, PT Muhsyi meminjam uang sebesar Rp 200.000 dari brokernya. PT Muhsyi dan brokernya sepakat bahwa tingkat suku bunga pinjamannya sebesar 8%. Berapa nilai margin yang diperoleh PT Muhsyi pada saat membeli saham tersebut?2. Berdasarkan soal nomor 1, jika pada akhir tahun harga saham PT Harun turun menjadi Rp 750/lembarnya dan persyaratan pemeliharaan marginya sebesar Rp 30%, berapa sisa margin pada rekening tersebut?Berdasarkan Soal nomor 2, Hitunglah nilai rate of return selama satu tahun pada investasi PT Muhsyi?Bagi yang mau full jawaban diketik rapi wa saja 085293597087 atau DM ig kami @jasaakuntansby.

Jelaskan dimana relevansinya perspektif sosial budaya dalam studi saudara sebagai mahasiswa S2 Pendidikan IPS dan dalam kaitan apa materi ini bermanfa … at bagi karir saudara?

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA