Strategi pendekatan dalam PEMBERDAYAAN komunitas yang dapat digunakan antara lain

Halo, Sobat Zenius! Elo pasti seneng kan, kalo ketemu sama orang yang sefrekuensi dan sehobi? Punya komunitas yang isinya orang-orang satu obrolan tuh emang seru banget, tapi elo udah tahu belum arti komunitas itu apa? 

“Kumpulan orang-orang gitu, ya?”

Bisa, bisa disebut sekelompok orang yang punya satu visi, tapi masih kurang lengkap. Elo juga perlu tahu tentang pemberdayaan komunitas yang tercipta di masyarakat. Ya, tanpa basa-basi, langsung aja kita pahami penjelasan di bawah ini!

Ilustrasi komunitas (Dok. Hannah Bushing/Unsplash)

Pemberdayaan Komunitas

Komunitas merupakan kesatuan sosial yang isinya itu tuh gak sedikit, lho! Komunitas terdiri dari beberapa individu yang berinteraksi dan mereka semua tergabung dalam kelompok dengan tujuan yang sama, menarik ya?

Dalam pandangan Ferdinand Tönnies, gemeinschaft dan gesellschaft dapat disebut sebagai komunitas karena memiliki hubungan pribadi yang didasarkan adanya sikap kekeluargaan dan loyalitas.

“Komunitas merupakan bagian dari paguyuban yang terbentuk melalui kesamaan tempat, ikatan kekerabatan, dan kesamaan ideologi.”

— Ferdinand Tönnies

Siapa sih Pak Tönnies ini? Kenapa dia bisa ngomong gitu? Well, dia adalah salah satu cendekiawan asal Jerman yang punya sumbangsih besar dalam teori kelompok sosial.

Trus, maksudnya pemberdayaan komunitas itu yang gimana, sih? Nah, pemberdayaan masyarakat atau komunitas merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan atau kapasitas masyarakat, baik secara individu atau kelompok dengan tujuan memecahkan berbagai persoalan terkait dengan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka.

Baca Juga: Ciri dan Syarat Terbentuknya Kelompok

Strategi Pemberdayaan Komunitas

Seperti yang mungkin elo tahu, beberapa komunitas masih punya berbagai masalah di lingkungan mereka. Entah itu kemiskinan, keterbelakangan, kriminalitas, kesenjangan, bahkan ketidakberdayaan. Pemberdayaan komunitas memiliki tujuan untuk memperkuat masyarakat dan mengajak mereka untuk memecahkan masalah-masalah yang tadi gue sebut. Menurut Hikmat (2006), ada beberapa strategi nih yang bisa dilakukan, di antaranya:

Strategi Tradisional

Strategi yang masyarakatnya berfokus untuk memilih kepentingan terbaik secara bebas dalam berbagai keadaan dan tidak ada pihak lain yang mengganggu kebebasan setiap pihak.

Strategi Direct-action

Strategi yang didominasi oleh kepentingan yang dihormati oleh setiap pihak yang terlibat dan ada satu pihak yang sangat berpengaruh dalam membuat keputusan.

Strategi Transformatif

Strategi ini menunjukan bahwa pendidikan massa dalam jangka panjang dibutuhkan untuk pengidentifikasian kepentingan suatu pihak.

Kelebihan Pemberdayaan Komunitas

Berbagai masyarakat dengan latar belakang yang berbeda juga memiliki kekurangan dan kelebihannya, contohnya sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.
  2. Mempermudah koordinasi antar individu dalam komunitas.
  3. Mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperbaiki kehidupan sosial.
  4. Proses pembangunan melibatkan banyak orang, sehingga dapat lebih demokratis dalam pelaksanaannya.

Kekurangan Pemberdayaan Komunitas

Pemberdayaan komunitas mudah untuk mengalami kendala dalam praktiknya di lapangan, hal ini dapat memberikan efek negatif terhadap komunitas itu sendiri, seperti contohnya:

  1. Keberhasilan komunitas bergantung pada setiap individu yang tergabung di dalamnya.
  2. Tingkat kesadaran setiap individu berbeda-beda.
  3. Ketergantungan dari segi ekonomi uang melibatkan bantuan sumber dana pihak eksternal.
  4. Proses pembangunan yang melibatkan banyak orang akan lebih mudah memicu perdebatan dan muncul masalah baru dalam komunitas.

Dengan kelebihan dan kekurangan tersebut, tiap individu atau kelompok yang ingin memberdayakan komunitas sebaiknya melakukan penilaian terlebih dulu. Apalagi kalau menemukan hambatan-hambatan dalam upaya pemberdayaan tersebut. Kira-kira elo setuju nggak?

Contoh Soal

1. Pemberdayaan komunitas lokal memiliki tujuan untuk…

a. Mandiri dalam mencari solusi masalah

b. Mampu menyebarkan kreasi

c. Peduli lingkungan sekitarnya

d. Menambah kekuatan

e. Memperluas lingkungan komunitasnya

Jawaban: A

Tujuannya adalah untuk membuat masyarakat mampu membangun pribadinya dan mampu memperbaiki masalah, sehingga masyarakat dapat mampu bekerjasama, berani mengambil keputusan dan risiko dan dapat meningkatkan rasa inisiatif.

2. Partisipasi anggota dalam pemberdayaan komunitas sangat penting, hal ini disebabkan oleh…

a. Strategi potensial dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat

b. Keikutsertaan masyarakat untuk mengevaluasi hasil kegiatan suatu komunitas

c. Modal awal pembangunan dari pihak yang berwenang

d. Gerakan membangun kepedulian pelestarian lingkungan

e. Kegiatan bersama yang melihatkan pembangunan

Jawaban: B

Prinsip pemberdayaan komunitas adalah keikutsertaan masyarakatnya. Program pemberdayaan komunitas mengutamakan kemandirian masyarakat yang sifatnya partisipatif, dilaksanakan dan dievaluasi oleh masyarakat.

Baca Juga: Upaya Penyelesaian Konflik Sosial – Materi Sosiologi Kelas 11

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang pemberdayaan komunitas? Buat elo yang mau cari tahu lebih banyak tentang pemberdayaan komunitas, elo bisa langsung klik banner di bawah ini dan tonton videonya di aplikasi Zenius!

Kalau elo pengen tahu lebih dalam soal materi Sosiologi, elo juga bisa tonton lewat video di bawah ini, ya!

Baca juga: Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal – Materi Sosiologi Kelas 12

Referensi:

Hikmat, H. 2006. Strategi Pemberdayaan Masyarakat, Bandung: Humaniora.

Pendekatan Pemberdayaan Komunitas

Pendekatan merupakan titik tolak atau sudut pandang terhadap proses yang akan  dilakukan.  Dalam  konteks  pemberdayaan,  pendekatan  yang  digunakan akan menentukan dan melatari strategi dan metode pemberdayaan yang akan dilaksanakan. Menurut Eliot dalam Mardikanto (2005), ada tiga pendekatan yang dipakai dalam proses pemberdayaan komunitas atau masyarakat, antara lain sebagai berikut.

1) Pendekatan kesejahteraan (the walfare approach),

Pendekatan ini fokus pada pemberian bantuan kepada masyarakat untuk menghadapi bencana alam, misalnya mereka yang terkena musibah bencana alam.

2) Pendekatan pembangunan (the development approach),

Pendekatan ini fokus perhatian pada pembangunan untuk meningkatkan kemandirian, kemampuan, dan keswadayaan masyarakat. Sebagai contoh adalah pemberian dana bantuan pembangunan untuk menumbuhkan keswadayaan masyarakat.

3) Pendekatan pemberdayaan (the empowerment approach),

Pendekatan ini fokus pada upaya pengentasan kemiskinan sebagai akibat proses politik dan berusaha memberdayakan atau melatih  rakyat untuk mengatasi   ketidakberdayaannya.   Pendekatan   ini   dilakukan   melalui pelatihan pemberdayaan masyarakat untuk segera terlepas dari ketidakberdayaan mereka. Misal: pemberian modal usaha kecil.

Strategi Pemberdayaan Komunitas

Strategi diartikan sebagai langkah-langkah atau tindakan tertentuyang dilaksanakan demi tercapainya suatu tujuan atau penerima manfaat yang dikehendaki. Strategi pemberdayaan komunitas pada dasarnya mempunyai tiga arah, yaitu:

1) Pemihakan dan pemberdayaan masyarakat

2) Pemantapan ekonomi dan pendelegasian wewenang dalam pengelolaan pembangunan yang mengembangkan peran masyarakat.

3) Modernisasi melalui penajaman arah perubahan struktur sosial ekonomi (termasuk di dalamnya kesehatan), budaya dan politik yang bersumber pada partisipasi masyarakat.

Berdasarkan tiga arah tersebut, maka strategi pemberdayaan komunitas yang digunakan adalah sebagai berikut: 

1) Menyusun instrumen penyusunan data. Dalam kegiatan ini informasi yang diperlukan dapat berupahasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, referensi yang ada, dari hasil temuan dan pengamatan lapangan.

2) Membangun   pemahaman,   komitmen   untuk   mendorong   kemandirian individu, keluarga dan masyarakat.

3) Mempersiapkan   sistem   informasi,   mengembangkan   sistem   analisis, intervensi monitoring dan evaluasi pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat.

Mengacu pada Sumaryadi dalam Mardikanto (2015), mengemukakan bahwa ada 5 (lima) generasi strategi pemberdayaan, yaitu:

1) Generasi yang mengutamakan relief and welfare, yaitu strategi yang lebih mengutamakan pada kekurangan dan kebutuhan setiap individu dan masyarakat, seperti: sandang, pangan, papan, kesehatan,dan pendidika.

2) Strategi    community    development    atau    small    scale    reliant    local development, yang lebih mengutamakan pada penerapan teknologi tepat guna dan pembangunan infrastruktur.  Menurut strategi ini, pembangunan dilaksanakan dari bawah (bottom-up approach).

3) Generasi sustainable development,  yang lebih mengharapkan terjadinya perubahan   pada   tingkat   regional   dan   nasional.   Diharapkan   terjadi perubahan kebijakan yag keluar dari tingkat lokal ke regional, nasion al, dan internasional, utamanya terkait dampak pembangunan yag terlalu eksploitatif,

4) Generasi untuk mengembangkan gerakan masyarakat (people movement), melalui pengorganisasian masyarakat, identifikasi masalah dan kebutuhan lokal, serta mobilisasi sumber daya lokal yang ada.

5) Generasi    pemberdayaan    masyarakat    (empowering    people),    yang memperhatikan arti penting perkembangan, teknologi, persaingan dan kerjasama.

Metode Pemberdayaan Komunitas

Dalam   praktik   pemberdayaan   masyarakat   banyak   menggunakan   metode partisipatif, yaitu : 

1) RRA (Rapid Rural Appraisal), metode ini menggabungkan beberapa teknik yang terdiri dari :

a) Telaah data  sekunder, termasuk peta  wilayah dan  pengamatan

lapangan secara ringkas. 

b) Observasi langsung.

c) Wawancara dengan informan kunci.

d) Pemetaan dan pembuatan diagram/grafik. 

e) Studi kasus, sejarah lokal, dan biografi.

f)  Pembuatan kuesioner. 

g) Pembuatan laporan.

2) PRA (Participatory Rapid Appraisal) atau penilaian secara partisipatif, meliputi:

a) Pemetaan wilayah.

b) Analisis keadaan yang berupa:

Keadaan masa lalu, sekarang, dan kecenderungan masa depan. Identifikasi perubahan yang terjadi.

Identifikasi masalah dan alternatif pemecahan.

Kekuatan,  kelemahan,  peluang  dan  ancaman   atau  strength, weakness, opportunity, and threat (SWOT)

c)  Pemiliha alternatif pemecahan masalah

d)  Rincian tentang stakeholder dan peran yang diharapkan dari para pihak, serta jumlah sumber pembiayaan yang dapat diharapkan untuk melaksanakan program.

3) FGD (Focus Group Discussion) atau diskusi Kelompok Terarah Merupakan    interaksi    individu-individu    yang    diarahkan    untuk pemahaman dan atau pengalaman tentang program atau kegiatan yang diikuti.

4) PLA (Participatory Learning  And   Action)

Merupakan  metode  pemberdayaan  masyarakat  yang  terdiri  dari proses belajar tentang suatu topik dan selanjutnya diikuti dengan aksi riil yang relevan dengan materi pemberdayaan.

5) SL atau Sekolah lapangan (Farmers Field School/FFC),

Merupakan  pertemuan  berkala  yang  dilakukan  oleh  sekelompok anggota  masyarakat  untuk  membahas  persoalan  yang  dihadapi, 

berbagi pengalaman, dan pemilihan cara pemecahan masalah yang efektif dan efisien sesuai dengan sumber daya yang dimiliki.

6) Pelatihan Partisipatif.

Pembelajaran Sosiologi dalam kurikulum 2013 menuntut guru membuat program aksi pemberdayaan komunitas yang akan dilakukan peserta didik, hal ini merupakan salah satu implementasi model pembelajaran berbasis proyek salah satu tujuannya adalah mengaitkan materi pembelajaran sosiologi dengan masalah-masalah sosial yang ada pada masyarakat sekitarnya. 

sumber : modul belajar mandiri pppk ips sosiologi, Pembelajaran 5. Perubahan Sosial dan Pemberdayaan Komunitas, kemdikbud

Bagikan Artikel

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA