Posisi kepala seseorang yang hendak dilaksanakan shalat dengan berbaring berada di sebelah

Islam memberikan dispensasi untuk orang sakit saat hendak sholat

Antara

Islam memberikan dispensasi untuk orang sakit saat hendak sholat Salah seorang perawat sedang memeriksa pasien di rumah sakit (ilustrasi).

Rep: Imas Damayanti Red: Nashih Nashrullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Orang yang sakit berhak mendapatkan rukhshah (keringanan) dalam menjalankan ibadah sholat. Lalu bagaimana hukum menghadap kiblat bagi orang sakit?

Baca Juga

Dalam buku Sholat Orang Sakit karya Ahmad Sarwat dijelaskan,  seseorang yang sedang sakit sehingga tidak mampu berdiri atau duduk maka ia tetap wajib sholat dengan menghadap ke kiblat. Namun caranya diperbolehkan agak berbeda-beda sebagaimana yang dijelaskan para ulama.

Sebagian ulama mengatakan bahwa cara menghadap kiblat bagi sholatnya orang sakit adalah dengan berbaring miring, posisi bagian kanan tubuhnya ada di bawah, dan bagian kiri tubuhnya di atas. Mirip posisinya mayat yang masuk ke liang lahad.

Dalilnya karena dalam pandangan ulama ini, yang dimaksud dengan menghadap kiblat diharuskan dada dan bukan wajah. Maka intinya adalah bagaimana dada itu bisa menghadap kiblat, caranya adalah dengan sholat posisi miring.

Dalil lainnya berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang memerintahkan sholat di atas lambung: 

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ ، فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلاَةِ ، فَقَالَ : صَلِّ قَائِمًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

“Kaanat bi bawasiru fasaaltu an-Nabiyya SAW áni as-shalati faqaala: Shalli qaaiman fa in lam tastathi’ faqaa’idan fa in lam tastathi’ fa’ala janbin.” 

 “Dari Imran bin Husain dia berkata: aku menderita wasir lalu aku bertanya kepada Rasulullah SAW. Beliau pun bersabda: sholatlah sambil berdiri, kalau tidak bisa, maka sholatlah sambil duduk, kalau tidak bisa, maka sholatlah di atas lambungmu.” 

Namun sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa yang menjadi ukuran dalam menghadap kiblat adalah kaki. Asalkan kakinya sudah menghadap kiblat, maka dianggap posisi badannya sudah memenuhi syarat. 

Posisi kepala seseorang yang hendak dilaksanakan shalat dengan berbaring berada di sebelah

Islam memberikan dispensasi untuk orang sakit saat hendak sholat

Sabtu , 31 Oct 2020, 10:56 WIB

Antara

Islam memberikan dispensasi untuk orang sakit saat hendak sholat Salah seorang perawat sedang memeriksa pasien di rumah sakit [ilustrasi].

Rep: Imas Damayanti Red: Nashih Nashrullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Orang yang sakit berhak mendapatkan rukhshah [keringanan] dalam menjalankan ibadah sholat. Lalu bagaimana hukum menghadap kiblat bagi orang sakit?

Baca Juga

Dalam buku Sholat Orang Sakit karya Ahmad Sarwat dijelaskan,  seseorang yang sedang sakit sehingga tidak mampu berdiri atau duduk maka ia tetap wajib sholat dengan menghadap ke kiblat. Namun caranya diperbolehkan agak berbeda-beda sebagaimana yang dijelaskan para ulama.

Sebagian ulama mengatakan bahwa cara menghadap kiblat bagi sholatnya orang sakit adalah dengan berbaring miring, posisi bagian kanan tubuhnya ada di bawah, dan bagian kiri tubuhnya di atas. Mirip posisinya mayat yang masuk ke liang lahad.

Dalilnya karena dalam pandangan ulama ini, yang dimaksud dengan menghadap kiblat diharuskan dada dan bukan wajah. Maka intinya adalah bagaimana dada itu bisa menghadap kiblat, caranya adalah dengan sholat posisi miring.

Dalil lainnya berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang memerintahkan sholat di atas lambung: 

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ ، فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلاَةِ ، فَقَالَ : صَلِّ قَائِمًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

“Kaanat bi bawasiru fasaaltu an-Nabiyya SAW áni as-shalati faqaala: Shalli qaaiman fa in lam tastathi’ faqaa’idan fa in lam tastathi’ fa’ala janbin.” 

 “Dari Imran bin Husain dia berkata: aku menderita wasir lalu aku bertanya kepada Rasulullah SAW. Beliau pun bersabda: sholatlah sambil berdiri, kalau tidak bisa, maka sholatlah sambil duduk, kalau tidak bisa, maka sholatlah di atas lambungmu.” 

Namun sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa yang menjadi ukuran dalam menghadap kiblat adalah kaki. Asalkan kakinya sudah menghadap kiblat, maka dianggap posisi badannya sudah memenuhi syarat. 

36 FIKIH Kurikulum 2013

1. Shalat dengan cara duduk

Shalat dengan cara duduk dilakukan bagi orang sakit yang tidak sanggup mengerjakan shalat dengan berdiri. Shalat dengan cara duduk dapat dilakukan dengan posisi duduk iftirasy, bersila atau sesuai dengan kemampuannya. Bacaan shalat yang dilakukan dengan cara duduk sama seperti bacaan shalat biasa. Adapun tata cara shalat sambil duduk yaitu: a. Posisi duduk iftirasy, menghadap kiblat dan berniat melaksanakan shalat. b. Takbiratul ihram sambil membaca takbir. 37 Buku Siswa Kelas 3 c. Membaca do’a iftitah, surat al-Fatihah dan dilanjutkan surat pendek al-Qur’an. d. Ruku’ dilakukan dengan posisi badan agak membungkuk, membaca tasbih. e. I’tidal dilakukan dengan posisi duduk iftirasy, membaca tasmi’. 38 FIKIH Kurikulum 2013 f. Sujud dilakukan seperti sujud biasa atau jika tidak mampu, cukup dengan membungkukkan badan lebih rendah daripada ruku’. g. Duduk diantara dua sujud, tahiyat awal dan tahiyat akhir sama seperti pada shalat biasa atau dilakukan sesuai dengan kemampuannya. h. Mengucapkan salam dengan menolehkan wajah ke kanan dan ke kiri seperti pada shalat biasa. 39 Buku Siswa Kelas 3

2. Shalat dengan cara berbaring

Shalat dengan cara berbaring dilakukan bagi orang sakit yang tidak mampu mengerjakan shalat dengan cara berdiri maupun duduk. Adapun tata cara shalat sambil berbaring adalah: a. Berbaring dengan posisi miring ke kanan dan menghadap kiblat. Kepala berada di sebelah utara dan kaki di sebelah selatan. b. Posisi tangan bersedekap. c. Gerakan shalat dilakukan dengan isyarat menganggukkan kepala atau kedipan mata. 40 FIKIH Kurikulum 2013 d. Apabila tidak mampu dikerjakan maka cukup menggunakan isyarat hati.

3. Shalat dengan cara telentang

Shalat dengan cara telentang dilakukan jika tidak mampu lagi untuk berbaring miring. Tata cara shalat telentang diantaranya: a. Posisi badan telentang dengan posisi telapak kaki menghadap ke arah kiblat dan jika mampu kepalanya diberi bantal agar mukanya menghadap kiblat. b. Gerakan shalat dilakukan dengan isyarat seperti menganggukkan kepala, kedipan mata ataupun dengan isyarat hati. 41 Buku Siswa Kelas 3 c. Bacaan shalat dilafalkan seperti biasa, jika tidak mampu cukup dilafalkan di dalam hati. Insya Allah Aku Bisa Aku faham tata cara shalat bagi orang sakit Ingat Ya Jangan sekali-kali meninggalkan shalat fardhu walaupun dalam keadaan sakit. 42 FIKIH Kurikulum 2013 Ayo Menjawab Berilah tanda silang √ pada kotak jika pernyataan di bawah ini kamu anggap benar dan X jika salah Shalat dengan cara duduk dilakukan bila tidak bisa shalat dengan berdiri. Bacaan shalat dalam keadaan sakit sama seperti bacaan shalat biasa. Shalat dengan cara berbaring cukup dilakukan sebanyak satu rakaat saja. Shalat dengan cara telentang diusahakan wajah menghadap ke arah kiblat. Orang yang sakit tidak diwajibkan untuk mengerjakan shalat. Ayo Lakukan Jelaskan tata cara shalat bagi orang sakit dan bimbing keluargamu atau temanmu yang sedang sakit untuk melakukan shalat. 43 Buku Siswa Kelas 3 .B. Hikmah Shalat bagi Orang Sakit Hikmah shalat bagi orang sakit, diantaranya adalah: 1. Mendekatkan diri kepada Allah. Dengan selalu mengerjakan shalat kita akan menjadi lebih dekat kepada Allah Swt. 2. Hati menjadi lebih tenang. Ketenangan hati akan kita dapatkan dengan beribadah kepada Allah Swt. 3. Menyadari kemurahan Allah Swt. Allah memberikan kemurahan berupa keringanan dalam beribdah kepada-Nya ketika sedang sakit. 4. Mensyukuri nikmat sehat yang diberikan Allah Swt. Shalat dalam keadaan sakit akan lebih menambah rasa syukur kita terhadap nikmat kesehatan yang diberikan Allah Swt. 5. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah akan bertambah dengan senantiasa beribadah kepada-Nya dalam setiap keadaan. 6. Dicintai Allah Swt. Allah mencintai orang-orang yang selalu beribadah kepada-Nya. Insya Allah Aku Bisa Aku dapat menyebutkan hikmah shalat bagi orang sakit. 44 FIKIH Kurikulum 2013 Ingat Ya ngatkan keluargamu atau temanmu yang sedang sakit untuk tetap melaksanakan shalat dengan semampunya. Ayo Menjawab Berikan pendapatmu Berilah tanda centang √ pada kolom Setuju atau Tidak Setuju di bawah ini No. Pernyataan Setuju Tidak Setuju . Shalat dalam keadaan sakit menunjukkan bahwa perintah Allah memberatkan hamba-Nya. . Shalat ketika sakit merupakan rasa syukur kita atas nikmat sehat yang diberikan Allah Swt. . ati menjadi gelisah jika kita harus melaksanakan shalat ketika dalam keadaan sakit. . Tata cara shalat bagi orang sakit sangat sangat membebani. . indun tetap mengerjakan shalat di waktu sakit karena ia ingin selalu dicintai Allah. 45 Buku Siswa Kelas 3 Ayo Lakukan Tanyakan pada orang tua atau saudaramu tentang pengalaman mereka melaksanakan shalat ketika dalam keadaan sakit dan mintalah pendapat mereka Rangkuman 1. Orang yang sakit selama akalnya masih sadar tetap diwajibkan untuk melaksanakan shalat fardhu lima waktu. 2. Shalat bagi orang sakit dapat dilakukan dengan cara duduk, berbaring miring ke kanan, berbaring telentang atau cukup di dalam hati. Semua itu dilakukan sesuai dengan kemampuannya. 3. Hikmah shalat bagi orang sakit antara lain: a. Mendekatkan diri kepada Allah. b. Hati menjadi lebih tenang. c. Menyadari kemurahan Allah Swt. d. Mensyukuri nikmat sehat yang diberikan Allah Swt. e. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. f. Dicintai Allah Swt. Hikmah Dengan shalat dan selalu mengingat Allah, hati akan menjadi tenang. 46 FIKIH Kurikulum 2013 Sikapku Berilah tanda centang √ pada kolom Ya atau Tidak di bawah ini No Uraian Ya Tidak Aku meyakini bahwa tata cara shalat dalam keadaan sakit merupakan bentuk kemurahan yang diberikan Allah Swt. Aku akan tetap mengerjakan shalat walaupun dalam keadaan sakit. Ayo Berlatih 1. Ibadah yang tetap harus dikerjakan walaupun dalam keadaan sakit adalah shalat ......................... 2. Orang yang tidak mampu shalat berdiri, boleh melakukan shalat dengan …… 3. Shalat dengan berbaring miring dilakukan dengan posisi wajah menghadap ke arah ………… 4. Orang yang sakit dan tidak mampu lagi menggerakkan tubuhnya maka shalatnya cukup di dalam .…………..... 5. Salah satu hikmah shalat bagi orang sakit adalah ………………………. Ayo Praktik Praktikkanlah shalat dengan cara duduk dengan benar 47 Buku Siswa Kelas 3 Nama lengkapnya Muhammad Ali Yafie Lahir di Donggala, Sulawesi Tengah pada 1 September 1926 Kiai Ali Yafie dikenal sebagai ulama Fikih, utamanya di bidang kemasyarakatan. Masalah sosial, seperti hukum keluarga, lingkungan hidup dan perekonomian menjadi kajian beliau. Kiai Ali Yafie berpendirian teguh dan santun dalam bertutur. Anak-anak, sikap teguh pendirian dan santun dalam bertutur Kiai Ali Yafie perlu kamu teladani. Beliau sangat peduli dengan masalah-masalah Fikih di masyarakat. Jika kamu bersikap teguh pendirian, santun dalam bertutur, dan peduli dengan lingkungan sekitar, insya Allah kamu akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat seperti Kiai Ali Yafie. Ulama Fikih Hukum Islam Indonesia Ali Ya ϐie SEMESTER 2 48 FIKIH Kurikulum 2013 Puasa di bulan Ramadhan merupakan rukun Islam yang wajib kita laksanakan. Dalam berpuasa, ada beberapa ketentuan yang harus dilaksanakan dan dihindari. Ayo, kita pelajari bersama Ayo Bekerja Sama Amati dan diskusikan gambar berikut ini dengan kelompokmu Pelajaran 5 SEMANGAT BERPUASA Firman Allah Swt.: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” QS. Al-Baqarah: 183 49 Buku Siswa Kelas 3

A. Ketentuan Puasa Ramadhan

Video yang berhubungan