Apakah tidur berbaring bisa menyebabkan batuk?

Apakah tidur berbaring bisa menyebabkan batuk?
Obati batuk terus-menerus dengan 12 cara ini. (Foto: iStock)

Jakarta -

Batuk terus-menerus yang berkepanjangan dan tidak kunjung sembuh adalah kondisi yang tidak normal dan perlu diwaspadai. Sebab, hal ini bisa jadi pertanda adanya penyakit asma, asam lambung, tuberkulosis, hingga kanker paru-paru.

Batuk terus-menerus ini tentunya sangat menyusahkan karena berdampak pada aktivitas sehari-hari, seperti mengganggu tidur, makan jadi tidak nyaman, sulit bernapas, hingga membuat kelelahan karena batuk yang tidak kunjung berhenti.

Pada orang dewasa, batuk terus-menerus berlangsung lebih dari delapan minggu, atau lebih dari tiga minggu pada anak-anak dikategorikan sebagai batuk kronis.

Batuk terus-menerus sebenarnya mudah untuk diatasi jika penyebabnya sudah diketahui. Berikut 11 cara mengatasi batuk terus-menerus serta penyebabnya yang dirangkum detikHealth:

Cara mengatasi batuk (H2)

1. Obat Asma

Ada salah satu jenis asma di mana batuk kering dan terjadi terus-menerus merupakan gejala utamanya. Pengobatan yang efektif untuk mengatasi batuk terus-menerus yang diakibatkan asma adalah kortikosteroid dan bronkodilator.

2. Antihistamin dan Dekongestan

Apabila batuk terus-menerus disebabkan oleh alergi dan postnasal drip, obat di atas merupakan cara yang efektif untuk menghentikannya. Namun, akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Postnasal drip sendiri merupakan kondisi ketika hidung atau sinus memproduksi lebih banyak lendir yang kemudian masuk ke bagian belakang tenggorokan.

3. Antibiotik

Jika batuk terus-menerus terjadi karena infeksi bakteri atau jamur, dokter kemungkinan besar akan memberikan resep antibiotik untuk mengobati infeksi.

4. Atasi GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi ketika asam lambung kembali mengalir ke saluran yang menghubungkan lambung dengan tenggorokan. GERD juga merupakan salah satu penyebab batuk terus-menerus di malam hari. Untuk mengatasi GERD kalian bisa mengubah gaya hidup atau meminum obat yang bisa memblokir produksi asam lambung.

5. Minum Madu

Sebuah studi menunjukkan bahwa madu dapat membantu meredakan batuk, bahkan terbukti lebih efektif dibandingkan dextromethorphan yang kerap digunakan untuk meredakan batuk kering. Konsumsi madu sebanyak satu sendok teh secara rutin, tapi jangan berikan madu ke anak di bawah usia 1 tahun karena mengandung bakteri jahat untuk bayi.

6. Konsumsi Minuman Hangat

Perbanyak mengonsumsi cairan hangat seperti air putih hangat atau teh hangat. Minuman hangat bisa mengencerkan lendir yang ada di tenggorokan sekaligus meringankan batuk. Selain itu, makanan berkuah hangat seperti sup juga bisa untuk menenangkan tenggorokan.

7. Hisap Permen Pereda Batuk

Cara lain untuk meredakan batuk terus-menerus bisa dengan menghisap permen pereda batuk. Umumnya, permen pereda batuk mengandung bahan aktif mirip obat yang bisa mengusir gejala radang tenggorokan serta rasa tidak nyaman akibat tenggorokan kering, perih, dan gatal.

8. Gunakan Penyaring Udara

Alergi debu merupakan salah satu penyebab batuk yang umum terjadi, terutama di malam hari. Untuk mengatasi alergen dan debu dari luar, coba gunakan penyaring udara agar udara di kamar selalu bersih dan tidak menyebabkan batuk. Jika kamar atau ruangan kalian menggunakan karpet, gunakan penyedot debu untuk membersihkannya.

9. Uap Air Hangat

Untuk menghentikan batuk terus-menerus coba gunakan uap air hangat. Caranya, alirkan air hangat di kamar mandi dan biarkan uapnya menyelimuti kamar mandi. Lakukan selama 20 menit untuk membantu bernapas lebih mudah dan meringankan batuk.

10. Gunakan Humidifier

Udara yang kering bisa membuat tenggorokan dan saluran pernapasan menjadi iritasi. Untuk itu, atasi udara yang kering menggunakan humidifier yang bisa membuat ruangan terasa dingin dan lembab sekaligus membuat tenggorokan terasa lebih nyaman.

11. Hindari Asap Rokok

Merokok atau menghirup asap rokok bisa membuat paru-paru menjadi iritasi dan memperburuk batuk hingga sulit sembuh. Jika kalian merokok, sebaiknya segera berhenti, dan sebisa mungkin hindari asap rokok agar tidak mengganggu pernapasan dan tenggorokan.

12. Ubah Posisi Tidur

Jika mengalami batuk terus-menerus di malam hari, cobalah tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi beberapa sentimeter dengan menggunakan beberapa bantal sekaligus. Saat berbaring di tempat tidur, benda asing yang bisa mengakibatkan iritasi bisa lebih mudah masuk ke tenggorokan dan memicu batuk.

Simak Video "Makan Es Krim Bikin Anak Batuk dan Flu? Begini Faktanya!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Kenapa batuk batuk saat berbaring?

Efek gravitasi karena posisi tidur juga bisa menyebabkan Anda batuk saat malam hari. Saat berbaring, lendir atau dahak hasil sekresi sel-sel di saluran napas bagian atas akan turun dan menumpuk di belakang tenggorokan. Itu sebabnya, Anda mungkin merasakan sering batuk ketika malam tiba.

Apa yang menyebabkan seseorang batuk?

Saat debu, polusi, atau alergen (zat pemicu alergi) memasuki sistem pernapasan, otak akan mengirim sinyal melalui saraf tulang belakang ke otot-otot di dada dan perut. Ketika otot-otot tersebut berkontraksi, udara menyembur melalui sistem pernapasan untuk mendorong keluar benda asing. Hal inilah yang dinamakan batuk.

Apa yang menyebabkan batuk tak kunjung sembuh?

Batuk tak kunjung sembuh juga bisa jadi gejala penyakit paru-paru seperti batuk rejan, infeksi jamur pada paru-paru, tuberkulosis atau TBC, atau infeksi paru-paru karena virus atau bakter.

Bagaimana posisi tidur anak saat batuk?

1. Tinggikan Posisi Kepala Anak. Meninggikan posisi kepala anak saat tidur dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi batuk di malam hari. Anak akan bernapas dengan lebih baik dan lendir yang turun ke tenggorokan berkurang.